Tag Archives: Generator Tanpa Bahan Bakar

Power Bank HP 24.000 mAH Mengadopsi Teknologi “GTBB”

Berapa mAH Power Bank yang saat ini Akang-Teteh punya? Untuk mengisi power bank tersebut sampai penuh, dibutuhkan waktu berapa lama? Kalau admin lihat-lihat di Google, rata-rata power bank berkapasitas 24.000 mAH ini membutuhkan waktu charging sekitar 12 jam.

Apa yang diperlihatkan pada Instagram Kang Dicky Zainal Arifin kali ini adalah Power Bank HP rakitan dengan baterai asli 24.000 mAh. Ini adalah produk turunan teknologi “GTBB” juga. Konepnya bukanlah tanpa bahan bakar sama sekali, melainkan efiiensi. Waktu charging bisa jauh lebih singkat. Tidak perlu dicharge berjam-jam untuk diisi sampai penuh.  Bukankah ini menarik? 🙂

Power Bank HP rakitan dengan baterai asli 24000 mAh.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dicky Zainal (@dicky_zainal) pada

Baterai Thorium dari Inovator Asal Bandung – Fakta dan Tantangan

Admin LANTERHAWATCH menemukan info berita ini di media online Metrotvnews ,yang memberitakan :

Seorang pria di Bandung Jawa Barat menemukan generator yang menghasilkan tenaga listrik tanpa harus mengandalkan bahan bakar yang umum dipakai saat ini. Orang tersebut bernama Dicky Zainal Arifin, beliau menyebut temuannya dengan istilah Baterai Thorium.

http://m.metrotvnews.com/jabar/peristiwa/RkjyGmQb-pria-asal-bandung-kenalkan-tenaga-listrik-tanpa-bbm

Menurut Kang Dicky, Baterai Thorium hanya memerlukan air dan bebatuan sebagai penyuplai energi listrik. Kok seperti sederhana sekali ya? Admin pun awalnya membayangkan thorium itu sifatnya seperti uranium, membutuhkan reaktor yang besar dan canggih untuk bisa menghasilkan listrik.

Menurut Kang Dicky yang sebelumnya dikenal sebagai inovator Generator Tanpa Bahan Bakar tersebut, baterai Thorium dapat dimanfaatkan untuk alat-alat kelistrikan perlengkapan rumah tangga seperti setrika, televisi, dan lampu.

baterai thorium kang dicky zainal arifin 07

Foto-foto berikut adalah dokumentasi saat Baterai Thorium diperkenalkan di acara Latgabnas LSBD Hikmatul Iman (sekarang LANTERHA) di Yogyakarta. Peristiwa inipun diliput oleh Harian Umum Republika.


Berikut ini adalah perkembangan penelitian dan pengembangan Baterai Thorium yang makin ke sini makin disempurnakan.

Inovasi tiada henti terus dilakukan agar dihasilkan produk yang semakin efektif dan efisien.

divider

Admin pribadi sih lebih memilih “lempeng” dan Open Mind saja, meskipun Kang Dicky tidak bertitle Profesor dari Universitas ternama, siapa tahu penemuan Kang Dicky tersebut memang benar bisa diaplikasikan dan bermanfaat untuk umat. Memang tidak mudah, dan ini tidak instan, masih butuh proses untuk menyempurnakan ide-ide hingga memproduksinya secara massal di kemudian hari.

Tapi kalau anda mau ikutan skeptis hingga negator seperti cuplikan-cuplikan komentator di bawah ini ya silahkan. Itu hak Anda. Bukankah proses berpikir ke arah yang lebih baik bisa kita awali dari sikap skeptis? 🙂

Ada sih diantara kaum skeptis yang berusaha meyakinkan pembaca bahwa dia hanya mencoba berfikir lebih logis saja….

Komentar Rian Lebih Masuk Nalar dibanding Nyinyir HIW yang lain

Itu sudah mulai dirintis kok, Om Rian….

Ternyata sebetulnya banyak juga para peneliti Indonesia yang perduli dan berpikir Open Mind pada potensi  pengembangan baterai Thorium sebagai energi alternatif yang praktis dan ekonomis untuk mengatasi krisis energi di negara kita :

Tapi masalahnya begini. setelah masuk ke institusi resmi tersebut, apakah dijamin akan bebas dari kepentingan politik pihak-pihak yang terancam zona nyamannya? Masalah energi adalah masalah yang sensitif bagi pihak-pihak berkepentingan 🙂

divider

Catatan Tambahan :

Ada sebuah komunitas Kelompecabir (Kelompok Pencela dan Pencibir) Kang Dicky, namanya Hikmatul Iman Watch (HIW). Maaf ya kalau Admin sedikit membahas msalah ini di sini. Gimana lagi, abisnya mereka rajin pisan sih membentuk opini publik agar Kang Dicky dan Hikmatul Iman terlihat buruk di masyarakat.

Dalam hal ini pun, mereka berusaha membenturkan berbagai teori untuk membuktikan bahwa Inovasi Baterai Thorium Kang Dicky ini hoax. Mereka tidak punya pendapat teori sendiri yang ditelaah secara matang, modal mereka cuma men-copas teori-teori hasil Googling yang menyatakan bahwa Baterai Thorium ini hoax.

Arah permainan mereka sebetulnya sudah bisa ditebak… Begitu semua dalil teori ilmiah yang dibenturkan dengan karya nyata Kang Dicky sudah terbantahkan dan terbukti salah, maka HIW  akan segera mengeluarkan 4 Jurus Kepepet :

  1. Alihkan perhatian publik dari masalah utama
  2. Ganti topik pembicaraan, posting & broadcast topik lain
  3. Sudutkan Kang Dicky dari segi perbedaan tafsir
  4. Giring opini publik bahwa akidah Kang Dicky menyimpang…

Jurus Pamungkas HIW Ketka Semua Dalil Akal dan Logika Mereka Sudah Mentah

divider

Terakhir,  ini hanya intermezzo, anggap aja hiburan dari tetangga kita di tengah-tengah ngabuburit di akhir Ramadhan,atau di tengah-tengah perjalanan mudik pulang akang-teteh ke kampung halaman :

Pihak HIW Pundung mau laporin baterai sesat
Hallo… lagi pada ngomongin apa sih? he he….

Saking dengkinya, sepertinya, sebagus apapun yang dikeluarkan oleh Kang Dicky dan komunitasnya, pihak HIW selalu menggali hal apapun yang bisa dijadikan bahan celaan.

Pertanyaannya adalah : apakah sikap, perkataan, dan perbuatan HIW tersebut bermanfaat untuk kemajuan umat? 🙂

Generator Tanpa Bahan Bakar – Antara Bantahan dan Kenyataan

Satu diantara temuan yang sangat menarik yang bisa diinformasikan Tim  LANTERA Watch pada Akang-Teteh pembaca blog adalah Generator Tanpa Bahan Bakar (GTBB) Karya Kang Dicky Zainal Arifin (KDZA).

GTBB ini sangat murah, ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan suara bising. GTBB ini ternyata dapat menghasilkan energi terus-menerus tanpa menggunakan bahan bakar.

Konsep overunity/perpetual motion atau dalam bahasa KDZA menyebutnya BALARUNA merupakan energy yang berjalan terus-menerus “tanpa menggunakan bahan bakar”. Sedikit bahan bakar hanya diperlukan di awal menghidupkan alat ini. Setelah mesin bekerja, alat ini dapat terus memproduksi listrik tanpa bantuan bahan bakar tambahan lagi.

GTBB dinyatakan dapat menghasilkan energi terus-menerus tanpa menggunakan bahan bakar. Beritanya dapat dilihat di link ini. Selain diberitakan di website Hikmatul Iman, ternyata penemuan Kang Dicky ini menarik perhatian banyak pihak, seperti Iwan Piliang, Kang Ridwan Kamil dan Kang Dedi Mizwar. Bahkan berita GTBB masuk koran Kompas edisi 10 September 2014!

divider

Banyak pihak yang skeptis dengan penemuan di atas. Salah satunya adalahMuhammad Firmansyah Kasim, Mahasiswa University of Oxford, Inggris, bidang fisika partikel dan fisika akselerator, 

Muhammad Firmansyah Kasim Generator Tanpa Bahan Bakar

Beliau menulis Kompasiana sebagai artikel di kompasiana :

Sepertinya terdengar cukup fantastis penemuan Kang Dicky ini, tapi apakah generatornya benar-benar akan bekerja?


Maaf nyela, begini Mas Bro, dari tayangan di atas khan udah sama-sama kita lihat bahwa alat ini benar-benar bekerja? Kok masih mempertanyakan? 🙂

Rupanya si Mahasiswa Ahli Fisika ini berusaha membantah dari segi Teori Fisika yang dimilikinya, mari kita simak penuturan beliau selanjutnya.


Mari kita ulas penemuan beliau dari sisi sains dan teknologi. Menurut beliau, GTBB ini bekerja dengan menggunakan konsep generator overunity atau energi yang terus diputar-putar atau di-recycle sehingga dapat bekerja terus-menerus.

konsep generator over unity yang menjadi bantahan generator tanpa bahan bakar

Di gambar tersebut terlihat bahwa air yang jatuh akan memutar turbin/generator. Energi yang dihasilkan oleh turbin kemudian dapat digunakan untuk keperluan listrik (seperti menyalakan lampu) dan termasuk memompa air ke atas.

Sekilas terlihat bahwa turbin tersebut akan berputar selamanya karena energinya diputar-putar. Tapi hal ini tidak akan pernah terjadi. Mengapa? Dalam proses air memutar turbin, akan ada energi yang ‘hilang’ sehingga menyebabkan energi yang dihasilkan turbin tidak akan pernah cukup untuk memompa air kembali ke atas. Hal yang sama juga dapat diterapkan untuk mesin GTBB Kang Dicky. Meskipun energi dari aki diputar-putar, tapi suatu saat pasti energinya akan habis. Konsep overunity/perpetual motion ini bukanlah suatu ide yang baru. Ide ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Bahkan beberapa orang sudah mematenkan ide serupa di Amerika Serikat. Akan tetapi, konsep ini sudah dinyatakan “tidak mungkin” sejak ratusan tahun yang lalu, karena menyalahi hukum dasar termodinamika. Selengkapnya dapat dibaca di sini: History of Perpetual Motion Machine.

Hal kedua yang menarik dari penemuan Kang Dicky ini adalah “wireless energy”. Sebagian dari kita mungkin terkejut dengan “wireless energy” ini. Apakah energi benar-benar bisa ditransfer tanpa menggunakan kabel? Jawabannya bisa. Konsep wireless energy ini bukanlah konsep yang benar-benar baru. Konsep ini sudah cukup banyak diterapkan. Beberapa perusahaan sudah membuat wireless charger untuk telepon genggam (contoh: Nokia), bahkan sudah ada tutorial untuk membuat wireless electricity sendiri! Jadi, meskipun wireless energy ini bukanlah temuan Kang Dicky, saya perlu mengapresiasi beliau karena sudah memperkenalkan konsep wireless energy ke masyarakat.

Sebagai simpulan, GTBB Kang Dicky ini sekilas terlihat sangat menjanjikan, tapi apabila dikaji secara fisika dan teknologi, GTBB ini tidak akan mungkin berjalan terus-menerus.

Klaim yang mengatakan bahwa GTBB mampu menghasilkan energi baru tanpa input energi sama sekali adalah tidak benar secara ilmiah.

Saran saya adalah janganlah kita mudah percaya dengan klaim fantastis orang-orang, apalagi ditambahkan embel-embel “karya anak bangsa” atau “akan menghebohkan dunia”. Kajilah klaim tersebut lebih dulu dan dengarkanlah pendapat orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Jangan sampai kita jadi bahan tertawaan seluruh dunia karena klaim fantastis seperti ini.


Pendapat Mahasiswa Ahli Fisika ini didukung oleh beberapa komentar pembacanya :

komentar skeptis generator tanpa bahan bakar sekedar teori yg bertolak belakang dengan fakta

Sering klaim bisa perpetual motion…. tapi herannya tidak pernah diburning test dengan full load seperti yang diklaim selama 24 jam. Saya juga begitu datang lihat demo seperti itu… tetapi begitu ditantang full load as it claimed burning test 24 jam… gak berani. Biasanya banyak alasannya ini itu… coba lihat di youtube. Gak ada yang ditest full load 24 jam. Paling baru 10 menit dimatiin. Halah, males.

Generator Tanpa Bahan Bakar Sudah Jalan Dibantah Orang yang merasa paham hukum Termodinamika

Aduh memalukan. Dari hukum termodinamika saja sudah menyalahi. Ini di negara barat kan sudah ratusan tahun lalu diketahui. Di sana dulu juga banyak yang berusaha menciptakan mesin yang berjalan tanpa supply energi masuk. Tidak ada yang berhasil. Akhirnya diketahui kalau memang tidak bisa. Ini mirip si Joko Suprapto yang menciptakan bahan bakar dari air untuk dimasukkan ke internal combustion engine. Penipuan!

Profesor becanda ah, mentang-mentang Wagub Jabar Kang Dedi Mizwar itu bintang Iklan Sozzis, heu heu..
Saking skeptisnya orang ini, sempat-sempatnya kepikiran dihubung-hubungkan dengan iklan Sosizz nya Wagub Jabar Kang Dedi Mizwar…. 😀

divider

TAPI, INILAH FAKTANYA :


Dalam acara Culinary Night di daerah Ujung Berung, alat tersebut bekerja selama 4 jam tanpa berhenti…

demo-generator-tanpa-bahan-bakar-di-acara-cullinary-night

Dalam acara-cara Open Dialog Hikmatul Iman, GTBB tersebut bekerja terus selama 3 jam tanpa henti dan stabil…

demo generator tanpa bahan bakar dalam acara open dialog ramadhan hikmatul iman

Generator Tanpa Bahan Bakar ini terbukti bekerja semalam suntuk pada acara perkemahan anak-anak Prodigy…

Mau bukti yang Full Load 24 Jam? Ada, Gan… GTBB tersebut terbukti bekerja terus selama 1 tahun penuh (365 x 24 jam!), di sebuah rumah penduduk yang menjadi proyek percobaan yang didanai oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil….

Jujur aja, Admin juga penasaran pisan, kok bisa ya bekerja setahun tanpa henti? Selidik punya selidik, ternyata, menurut inovatornya, rahasianya ada pada Baterai Thorium yang disematkan pada GTBB tersebut. Hukum Kekekalan Energi dan Thermodinamika memang tidak salah, lama-lama energi output yang dihasilkan memang bisa berkurang, tetap ada sejumlah energi yang hilang, karena tidak ada mesin yang efisiensinya 100%. Tapi masalahnya, baterai thorium itu sangat awet, jika benar-benar dioptimalkan, bisa terus menghasilkan energi selama lebih dari dari 24.000 tahun! Baterai Thorium KW 16 nya saja sudah bisa 1 tahun lebih bekerja optimal tanpa charging.  Jadi, setiap kali GTBB tersebut butuh charging, listriknya bisa diambil dari sumber baterai Thoriumnya. Ngerti khan kenapa  bisa sampai 1 tahun lebih GTBB ini bekerja terus tanpa mati?

divider

Kabar baik lainnya, alat ini sudah siap diproduksi…

Step Up Generator - Generator Tanpa Bahan Bakar Lanterha The Lemurian Meditation

Info terakhir yang Admin dengar, GTBB tersebut dipatenkan dengan nama Step-Up Generator. Produk tersebut di-downgrade menjadi tidak menggunakan baterai thorium, karena terbentur regulasi pemerintah. Cukup di-charging selama 5 sampai 10 menit, lalu bekerja. Jadi, alat tersebut didesain tetap menggunakan listrik PLN sebagai energi chargingnya. Dengan cara itu setiap pemakai GTBB bisa menghemat listrik PLN menjadi super-duper-hemat. Untuk daerah terpencil yang belum terjangkau PLN, bisa dipadukan dengan Solar Panel penghasil listrik.

Ini GTBB yang sudah terpasang dan sudah berjalan enam Bulan itu.

Video kiriman Dicky Zainal (@dicky_zainal) pada

Mana yang menurut anda lebih baik? Karya nyata yang membuktikan bahwa GTBB ini bekerja dan barangnya udah terbukti jadi dan bekerja sesuai fungsi? Atau karya kata dari teori-teori ilmiah yang hanya menghasilkan debat nyinyir tanpa karya? Tetap rendah hati dan sikapi positif aja, gan 🙂

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama KDZA dengan para Tokoh Masyarakat Jawa Barat

Hari Minggu, tanggal 26 Juni 2016, Kang Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Hikmatul Iman Indonesia (LANTERHA), mengadakan acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama HOTEL PATRA JASA,. Acara ini dihadiri oleh Tokoh Masyarakat Jawa Barat, antara lain :

  • Ketua/perwakilan ormas islam : LDII, Fatayat NU, PW Muhammadiyah, Syarikat Islam, Mathlaul Anwar, Al Hidayah, dll
  • Ormas budaya : Sundawani Wirabuana, Komunitas Iket Sunda, dll
  • Ormas pemerdayaan/nasionalis : LSM PMPR, LSM KOMPAS, Forum Bela Negara, dll)

Acara tersebut merupakan Silaturahmi dan klarifikasi Kang Dicky Zainal Arifin atas pemberitaan negatif yang berkembang di berbagai media masa dan media online dalam beberapa minggu terakhir, sekaligus buka puasa bersama dgn perwakilan dari ormas-ormas, dan juga undangan ke instansi pemerintah terkait, yang ada di kota Bandung.

Dalam acara ini pun Kang Dicky memperlihatkan beberapa karya nyatanya untuk kemaslahatan umat : Generator Tanpa Bahan Bakar, Thorium, dll.

Hanya satu kata untuk aksi nyata Kang Dicky Zainal Arifin dalam membangun umat dalam bentuk karya : AMAZING!

Sumber : Status Kang Fajar Budhi Wibowo – Facebook

Bincang-Bincang Kang Dicky dan Bapak Iwan Piliang Soal Generator Tanpa Bahan Bakar (GTBB)

Iwan Piliang, yang bernama lengkap Narliswandi Piliang, adalah seorang aktivis, wartawan, dan penggiat citizen journalism (jurnalisme warga) Indonesia. Ia pernah menyandang jabatan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWI-R).

Iwan Piliang mulai dikenal publik Indonesia ketika ia ikut aktif menyelidiki kasus kematian yang diduga pembunuhan terhadap David Hartanto Widjaja, seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura (NTU) pada tahun 2009.

Nama Iwan Piliang semakin dikenal luas ketika pada Juli 2011 ia melakukan wawancara melalui jaringan skype dengan Muhammad Nazaruddin, seorang buronan pihak kepolisian dalam kasus korupsi. Wawancara tersebut disiarkan oleh salah satu TV swasta nasional dan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat.

Berikut ini adalah wawancara sekaligus bincang-bincang Bapak Iwan Piliang dengan Kang Dicky Zainal Arifin dari Komunitas Lanterha tentang GTBB sebagai solusi energi alternatif terbarukan yang bisa diterapkan di Indonesia. Semoga bermanfaat.