Category Archives: Wawasan

Mengambil Hikmah dari Kisah Perjalanan Hi-Octan & Octamax-96

Ide tulisan ini awalya berawal dari ocehan Andrias Laszudildas di dinding facebook HIW. Saat artikel ini ditulis, Andrias telah menjadi The Mantans dan bergabung dengan Haters. Saat ini dia adalah salah satu orang yang sering membuat status kontroversi di Facebook. Meskipun dia selalu mengatasnamakan agama sebagai pembenaran alasan dirinya keluar dari LSBD HI, dia tidak mampu menyembunyikan kekecewaan pribadinya atas apa yang dialaminya saat menjadi pengelola salah satu produk peningkat Oktan di komunitas Hikmatul Iman.

Simaklah screenshoot percakapan berikut yang admin ambil dari Facebook :

Ternyata ada dendam pribadi andrias pada hi octan 1

divider

Dalam diskusi di atas, Andrias menyatakan bahwa pencetus Hi-Octan adalah dari Octamax. Andrias juga menyatakan bahwa Hi-Octan merebut pasar HI.

Benarkah faktanya demikian? Untuk masalah produk Hi-Octan, ada baiknya kita bertabayyun langsung dengan pihak-pihak yang terlibat dengan produknya langsung. Atas dasar itulah, admin memutuskan untuk mengupas tuntas masalah Hi-Octan & Octamax.

Admin melakukan banyak percakapan  langsung dengan Kang Hedy Ardenia Octaviano, Direktur Utama CV Energi Selaras Alam, Di samping itu, kami bertanya-tanya pada para distributor dan reseller produk tersebut serta mendengarkan curhat-curhat mereka. Kami juga mengobrol dengan para pemakainya. Dari situ, kami mendapatkan beberapa informasi yang akhirnya bisa kami susun dalam uraian di bawah ini.

Tentang Octamax-96

Produk peningkat oktan yang pertama kali diproduksi di lingkungan internal LSBD HI adalah OCTAMAX 96, tahun 2008 akhir. Produk ini dikelola oleh Ranting UIN dengan beberapa orang pengelola, salah satunya adalah Andrias Laszudildas, di bawah bendera CV. Hikmatul Iman. Saat itu distribusi produk tersebut hanya beredar di kalangan internal komunitas Hikmatul Iman saja. Admin pun saat itu pernah membeli produk tersebut di akhir acara Open Dialog Hikmatul Iman. Inilah penampakan Octamax 96 generasi pertama yang sempat Admin beli tersebut :

Octamax 96 Level 1 kompetitor awal Hi Octan
Octamax 96 Level 1, cara pakai 1 tutup botol (5 ml) untuk 2 liter Bensin Premium

Admin termasuk salah seorang yang membeli produk ini di acara Open Dialog Hikmatul Iman saat itu.  Admin masih inget kok aturan pake produk ini, 1 tutup botolnya, 5 ml, untuk 2 liter bensin Premium.  Secara kualitas memang tidak mengecewakan kok.

Admin mencatat Kelemahan produksi pertama Octamax ternyata tutupnya yang gampang bocor, terutama saat kepanasan di bagasi motor atau di dashboard mobil. Admin ngalamin sendiri kok, saat ditaruh di bagasi motor, tutupnya longgar hingga isinya tumpah semua.

Berikutnya, produsen Octamax-96 mengganti tutupnya dengan tutup logam seperti yang dipakai botol produk Ragani. Selama tutupnya belum dibuka, produk ini lebih gampang dikirim, tapi begitu sekali dibuka, jadi gampang bocor lagi. Jadi, admin yakin, Andrias dan kawan-kawan pun tentu merasakan rumitnya riset, pengelolaan, hingga distribusi produk yang terbuat dari bahan-bahan baku yang menurut Andrias sangat sederhana itu. Pesan pertama yang admin sampaikan adalah, sesederhana apapun suatu produk, butuh pengelolaan yang serius.

Kemunculan Awal Hi-Octan

Kalau berdasarkan hasil ngobrol dengan para anggota komunitas sih, ternyata banyak yang nggak ngerti juga apa bedanya Hi-Octan & Octamax, Kenapa sampai terjadi lebih dari 1 produk dengan pengelola yang berbeda? Bahkan banyak juga yang nggak tahu kalau Hi-Octan dan Octamax itu produknya berbeda.

Di awal tahun 2010, Kang Hedy, Kang Ridwan, Kang Encep, dkk, awalnya sedang meriset bakteri fermentasi yang paling efektif untuk mengolah singkong menjadi tepung terigu. Mereka berdiskusi dengan Kang Dicky Zainal Arifin, dan meminta saran untuk pengembangan bakteri fermentasi tersebut, agar lebih efektif dari metoda yang sudah ada saat itu, yang sebetulnya sudah banyak diproduksi berdasarkan riset dari staf ahli Institut Pertanian Bogor. Saat itu, Kang Dicky sudah dikenal sebagai pengembang bakteri mikroba organik pupuk DZA, jadi wajar sekali khan kalau Kang Hedy cs berdiskusi tentang masalah bakteri tersebut dengan kang Dicky?

Karena saat itu Kang Dicky sangat sibut dengan riset aplikasi UP2U terbaru dll, Kang Dicky agak menolak menindaklanjuti riset bakteri tepung mocaf, lalu menawarkan riset yang lain.

“Riset naon kang?”, tanya Kang Hedy.

“Bebas,” jawab kang Dicky, “Saat ini banyak produk yang timing-nya pas untuk dikembangkan, misal peningkat oktan, pakan ungas organik, atau… ” (Kang Hedy lupa produk apa yang disebutkan KD saat itu).

“Tapi lantaran waktos eta kang Dicky sibuk, janten ku kang Dicky disuruh riset sendiri. Janten kang Dicky teu masihan bahan nanaon,” lanjut Kang Hedy.

Atas dasar itulah pada waktu itu Kang Hedy dan kawan-kawan, memilih peningkat oktan, dengan beberapa pertimbangan :

  • Lebih gampang diriset, Kang Hedy melihat banyak sekali kekurangan yang belum disentuh oleh tim riset Octamax yang mungkin belum kepikiran oleh mereka.
  • Bahan-bahan baku pembuatnya gampang didapat
  • Area pemasaran masih amat sangat luas, terutama di luar komunitas internal LSBD Hikmatul Iman, komunitas otomotif dan orang awam pemilik mobil dan motor. Apalagi saat itu Kang Ridwan dan Kang Jamiat mempunyai beberapa relasi yang bergerak di perusahaan Network Marketing.

Maka kang Dicky dikabari dan kang Dicky memberi lampu hijau. Ada satu ganjalan di pikiran para pengelola Hi-Octan : bagaimana dengan OCTAMAX yang udah jalan duluan? Bagaimana kalau sampai bentrok?

“Atur-atur wae lah pasar mah. Da pasar mah luas pisan.” Ucap Kang Dicky saat itu.

Agar tidak terjadi kendala non-teknis, akhirna Kang Hedy memutuskan untuk mengontak dan menemui pengelola Octamax terlebih dahulu. Pertama, untuk minta izin, sebagai orang Sunda supados sopan. Kadua mengabari bahwa meskipun produknya sejenis, Kang Hedy cs areal pemasarannya murni luar di luar komunitas HI. Pasar HI yang sudah dimulai oleh OCTAMAX, tidak akan diganggu gugat.

Awalnya sih tidak terlihat lancar dan tidak ada masalah. Tapi saat ditindaklanjuti lebih jauh, ternyata ada penerimaan pihak Octamax yang terlihat sinis. Mereka mempertanyakan, kenapa kang Dicky malah membuat tim baru untuk produk peningkat oktan ini? Sepertinya pihak Octamax merasa hak monopoli pasar mereka terancam. Mereka bertanya langsung pada Kang Dicky saat Crew Hi-Octan & Octamax dipanggil dan dikumpulkan di tempat praktek Kang Dicky di Piring Kenteng.

“Kang, apakah nantinya Akang akan membentuk tim ketiga lagi?”,  tanya pihak Octamax.

“Kalau Akang melihat kedua tim ini tidak maju, tentu saja Akang akan membuat tim ketiga,” pungkas Kang Dicky

Rupanya Kang Dicky menginginkan adanya kompetisi secara sehat agar bisa maju dan membuka pasar yang sangat luas tersebut, pasar global memang belum tergarap. Saat itu, bahkan sampai sekarang pun, sebetulnya banyak merek-merek produk Octan Booster & Fuel additive lokal dan impor yang beredar di masyarakat.

Pada akhirnya hasil dari pertemuan itu mereka menyetujui kesepakatan itu setelah Kang Hedy bertanya “Apa Octamax takut nggak bisa cari pasar diluar kalau kita juga maju? “

Mereka penuh keyakinan pihak Octamax berkata, “Pasar kita juga bukan cuma internal HI, Kang. Saat ini kita sudah memasarkan Octamax sampai ke Riau dengan pesanan 2. 000 botol,  bahkan sudah tembus Batam, jadi Octamax yakin pemasaran ke luar pasti sukses”.

Kang Hedy tanya lagi,  “kalau begitu gak akan takut kalau ada produk saingan diluar?”

“Iya.” jawab Octamax.

Jadilah kesepakatan itu disepakati bersama.

Kemudian kita mulai meriset produk sampai jadi dalam bentuk kemasan dan menamai HI-OCTAN. Itu diambil dr bahasa Inggris, High-Octane, yang artinya oktan tinggi. Jadi, HI-OCTAN itu bukan singkatan dari Hikmatul Iman Octan, dan saat ini pun, namanya tidak perlu latah bertransformasi menjadi Lanterha-Octan, bahkan admin kira Hi-Octan itu adalah singkatan dari Hedi Octaviano…  🙂

Pemasaran Hi-Octan diluar di luar dilakukan tanpa mengatas namakan Hikmatul Iman.  Berbagai event promosi dilakukan di luar komunitas HI. Marketer HI-OCTAN selalu membrandingnya sebagai produk hasil riset para alumni ITB.  Ya nggak salah, Kang Hedy cs memang alumni ITB kok. Sebagai payung hukumnya, Kang Hedy membuat perusahaan sendiri yang bernama CV Energi Selaras Alam.

Perusahaan di buat juga diluar kang Dicky sama sekali. Riset pun dijalankan secara mandiri, meski awalnya pihak Hi-Octan selalu konfirmasi ke KD. Lama kelamaan, setelah melalui riset cukup mendalam dan disertai hasil-hasil Uji Lab Mandiri, pihak Hi-Octan semakin jarang konfirmasi langsung ke KD. Produk-produk baru hasil riset mandiri berkembang dan memunculkan beberapa produk turunan dari Hi-Octan :

  • Hi-Octan Level 3
  • Hi Cester
  • Hi-Octan Racing,
  • Hi-Octan Avatara (produk ini tidak jadi dilaunching karena dinilai kurang ekonomis)
  • Neo Hi-Octan,
  • Hi-Cester Bio Mix
  • Hi-Octan tablet (produk ini dipesan ekslusif salah satu perusahaan MLM lokal terbesar di Indonesia).
  • Bio Hi-Octan (HI-Octan Generasi ke-5)
  • Bio Hi-Cester (HI-Cester versi 3.10)

Produk-produk tersebut di atas adalah murni hasil riset mandiri. Itu berjalan selama 4 tahun, dan riset untuk terus menyempurnakan produk itu tidak pernah berhenti, sampai sekarang pun masih terus berlanjut. Apakah Kang Dicky menutup mata pada perkembangan ini? Tidak! Unit produksi Hi-Octan sendiri pernah disidak langsung oleh Kang Dicky dan Teh Risty ke pabriknya langsung 🙂

Itulah perkembangan Hi-Octan. Bagaimana dengan Octamax-96?Kita lihat positifnya saja ya, pada dasarnya mereka juga berusaha. Itu terlihat kok pada akhir tahun ke-2 saat Tim Hi-Octan mengembangkan riset dan membuat produk baru yang bernama Hi-Octan Generasi ke-3.

Pihak Octamax pun meniru cara kerja Hi-Octan dan memberikan riset mereka ke KD,  saat KD bilang hasil riset ini belum ada peningkatan, masih di level 2. Keliatan banget mereka bété sekali.

Kejadian itu terulang pas Hi-Octan mengeluarkan produk HI CESTER (additive untuk mengoptimalkan mesin diesel berbahan bakar solar).  OCTAMAX kembali komplain dan mempertanyakan ke KD, kenapa HI OCTAN dikasih tapi OCTAMAX nggak? KD bilang dengan santai, “Akang mah nggak pernah kasih formula solar ke HI OCTAN, mereka itu riset sendiri”.

Amat sangat disayangkan jika seolah ada prasangka negatif dari mereka pada pihak HI-OCTAN. Mereka juga seolah menyangka bahwa KD pilih kasih ke HI OCTAN. Padahal faktanya tidak seperti itu.

Menurut pengamatan admin, kegagalan mereka terjadi karena 2 faktor :  masalah strategi pemasaran dan kurang baiknya Quality Control.

Masalah pemasaran, banyak agen dan reseller yang ternyata kecewa pada pihak Octamax, itu terjadi pertama kali di acara Open Dialog Hikmatul Iman. Saat itu produsen Octamax memberi harga diskon khusus yang dinilai keterlaluan. Harga jualnya sama dengan harga reseller!  Lha terus resellernya mau dikasih untung berapa? Itu khan sama aja dengan membuka keran reseller, setelah reseller ada dan membantu penjualan, terus resellernya nggak boleh jualan. Masalah kedua, produsen Octamax mencantumkan nomor HP layanan konsumen. Tujuannya bagus, tapi dalam pelaksanaannya seakan disalahgunakan. Setiap orang yang menghubungi nomor tersebut diprospek jadi konsumen, setelah tertarik, bukannya direferensikan pada reseller terdekat, malah di-bypass. Wajar nggak kalau resellernya jadi pada bete?

Itulah awal kisah anak HI mengajukan permohonan jadi reseller Hi-Octan.  Jadi ngga usah heran kalo saat itu produk Hi-Octan mulai banyak dipesan anggota komunitas internal HI yang seharusnya semuanya dilayani pihak Octamax.

Masalah Quality Control, ada satu desas-desus sempat terjadi kegagalan produk yang gosipnya mengakibatkan lebih dari 20 mobil bermasalah. Dan ketika pemilik mobil mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban,  pihak Octamax malah menghilang tanpa kabar dan produksi mereka berhenti. Saat itu terjadilah kekosongan produk Octamax dalam waktu lumayan lama. Para konsumen Octamax di Jakarta yang sebagian besar diantaranya pasien-pasien Kang Dicky semakin banyak yang komplain. Tidak semua komplainnya negatif. Banyak yang sebetulnya mempertanyakan kenapa produk Octamax-96 nggak tersedia lagi di Jakarta, mereka sebetulnya sudah cocok dengan produk tersebut. Itulah saat dimana KD mengambil keputusan dengan nada suara agak keras agar semua pemasaran produk peningkat oktan diisi oleh HI OCTAN,  di HI maupun diluar.

Waktu itu Tim Hi-Octan sempat merasa dilema karena itu diluar kesepakatan awal. Tapi KD mengulang dengan tegas sampai 3 kali dan bilang : “Pami barudak Ranting UIN komplain, wartoskeun we ieu mah saur Akang!”.

Sejak saat itu, baik HI-OCTAN maupun OCTAMAX berkompetisi secara bebas baik di dalam maupun di luar lingkungan komunitas HI., produk Hi-Octan mulai dijual di acara-acara resmi Hikmatul Iman, pada acara Latgab, Open Dialog, Ramadhan Fair, dll.

divider

Jadi, apa saja perbedaan HI-OCTAN dan OCTAMAX?

Kalau Admin amati, memang cukup banyak perbedaan antara Hi-Octan dan Octamax.

Pertama, Hi-Octan melakukan banyak riset dan uji coba. Mereka dengarkan saran-saran dan masukan dari konsumennya. Mereka uji coba ke Lemigas, Petrolab, dan melakukan Uji Dyno Test. apakah Octamax-96 melakukan itu? Belum!

Kedua, harga Hi-Octan lebih dari Octamax! Hah? Apa iya? Dalam setiap event bersama, pihak Octamax selalu mengklaim harga mereka lebih murah. Iya, saat itu harga Hi-Octan Level 3 35rb/botol, Octamax cua 20rb/botol. Kok bisa dibilang lebih murah? Admin sudah mencoba sendiri produk Hi-Octan maupun Octamax-96. Ternyata dosis cara pemakaiannya berbeda. Teliti saja dari cara pakainya. 1botol Hi Octan 80 ml hingga generasi ke-4, bisa digunakan untuk 80 hingga 160 liter bensin, sedangkan 1 botol OCTAMAX-96 80 ml hanya cukup untuk 22,5 hingga 30  liter bensin. Jelas khan?

Ketiga, ketepatan dosis. Hi-Octan bahkan menyusun “tabel dosis” secara akurat dari berbagai kendaraan berdasarkan rasio kompresi. Apakah Octamax melakukan itu? Tidak! Octamax memukul rata dosisnya dengan aturan : 1 tutup botol untuk 2 liter. 1 botol penuh untuk isi full tank mobil. Tidak dijelaskan berapa kenaikan nilai oktan yang dihasilkan, hanya dituliskan maksimal hingga setara Pertamax Plus.

Keempat, keseriusan riset dan pengembangan. Saat ini Hi-Octan sudah sampai Level 5 (Generasi 5), sedangkan OCTAMAX-96 mentok di Level 2, meskipun mereka mengklaim sudah mengeluarkan Level 3. Gak ada bedanya Level 2 dan Level 3 nya OCTAMAX-96 mah, itu cuma beda warna pelarut doank 🙂

Kelima, pihak HI-OCTAN lebih serius dalam kegiatan dan strategi marketingnya. Mereka kelola website-websitenya dengan serius. Mereka ikuti berbagai event, pameran, sampai kegiatan otomotif. Apakah pihak Octamax melakukan itu? Admin cari-cari di Google nggak nemu tuch!

Hi-Octan melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa perusahaan Network Marketing. Itu sebabnya lahir banyak merek turunan Hi-Octan : Ges Power Booster, Fors Booster, Eco Racing. Apakah Octamax melakukan ini? Belum tuch!

Apa Pelajaran yang bisa kita ambil bersama?

Pertama, kalau Akang-Teteh punya ide untuk membuat produk, jalankan saja. Nggak usah sungkan dengan para senior.  Nggak usah takut dituduh mencuri ide, nggak usah takut dibilang nggak koordinasi, nggak usah takut dibilang nggak mau satu pintu komando. Bisnis itu bukan masalah senioritas, tapi masalah niat,  kapasitas, kreativitas, dan kemauan kerja keras dan kerja cerdas.

Kedua, kalau akang-teteh mau mengembangkan produk dari ide Kang Dicky, risetnya jangan terlalu tergantung KD atuh. Berusahalah semandiri mungkin. Optimalkan ilmu akademik akang-teteh, gabungkan dengan berbagai riset dari internet.

By the way, akang-teteh tahu produk Levisav pasta gigi non flouride berbahan dasar daun sirih yang dikeluarkan Yayasan Ummara khan? Pada awalnya, Yayasan Ummara tidak meminta KD untuk menyuapi mereka. Produk tersebut lahir dari riset mereka secara mandiri. Saat risetnya sudah matang, barulah mereka baru diskusi dan meminta padangan pada KD.

Ketiga, banyak produk komunitas yang belum diolah dengan serius. Jangan sungkan-sungkan untuk merisetnya.

Keempat, mari kita sama-sama belajar dari sejarah. Sebagai contoh, pakan ikan misalnya. Kalau mau mengelola pakan ikan, telusuri sejarahnya. Kenapa dulu Kang Yudi X-Wasdal itu gagal di bisnis pakan ikan? Salah produknya? Salah pasarnya? Atau terlalu tergantung dari info mentah dari KD tanpa mau mengolahnya lebih jauh? Lakukan riset dengan matang dengan bantuan Google dan konsultasi pada teman-teman kita yang menguasai ilmunya. Masa sih di internal komunitas kita nggak ada ahli dan praktisi peternakan dan pertanian?

Kelima, jangan cuma berpikir market internal komunitas yang terbatas, buka pasar seluas mungkin. Pasar di luar jauh lebih banyak dibandingkan dengan hanya ulukutek di internal saja. Mengelola produk dengan serius adalah sarana untuk terus membangun dan memperbesar kekuatan komunitas.

Rumah Pengobatan LENTRHAKA

Rumah Pengobatan LENTRHAKA dikelola oleh murid-murid Kang Dicky Zainal Arifin di LANTERHA (LSBD Hikmatul Iman). LENTRHAKA berdiri sejak 2012 dan  bergerak dibidang kesehatan terutama Penyakit STROKE, gagal GINJAL dan sakit JANTUNG Sebagai wujud baktinya pada masyarakat, saat ini LENTRHAKA melakukan ekspansi di bidang pengembangan sumber daya manusia dan aktif menyelenggarakan training, seminar, Workshop dan edukasi dibidang kesehatan.

divider

divider

LENTRHAKA memiliki beberapa sub divisi yaitu :

1. HEALTHCARE CONSULTANT / RUMAH PENGOBATAN LENTRHAKA

(Ijin DINKES KOTA BANDUNG Nomor:445/5776-Dinkes/23-STPT-I-Battra/VII/15)

LENTRHAKA menyediakan jasa konsultasi kesehatan dan pengobatan terutama untuk gangguan Ginjal, Jantung, Stroke dll dengan produk unggulan Detox Plus dan beragam produk kesehatan lainnya yang sangat bermanfaat dalam menunjang kesehatan. Selain itu, selain menjalin kerjasama dengan PRAMITA lab kami aktif memberikan edukasi kesehatan dan salah satu klien kami adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yakni Kanwil BRI Bandung Jalan Asia Afrika Bandung.

2. LENTRHAKA TRAINING CENTER

Saat ini LENTRHAKA memiliki program pengembangan sumber daya manusia melalui metode Graphology dan Hypnosis dengan Instruktur berlisensi dari KAROSH ISHA (International School Handwriting Anlysis) USA atau Indonesian Board Of Hypnotherapy (IBH). Jasa yang tersedia di LENTRHAKA adalah Grafotest dan Hypnotherapy serta pealtihan sertifikasi Grafologi dan Hypnosis.

Informasi lebih lengkap tentang LENTRHAKA dapat diakses melalui

Dicky Zainal Arifin Penemu Teknologi Bersumber Al Qur’an

Kang Dicky Hikmatul Iman Penemu Teknologi Berbasis Al Quran

Republika
Sabtu, 21 September 2002

Dicky Zainal Arifin
Penemu Teknologi Bersumber Alquran

Al Quran menjadi pemberi inspirasinya. Beragam karya yang dibuatnya bersumber dari kitab suci tersebut. Salah satu penemuannya Brain Activator (Alat Pengaktif Sel-Sel Otak).

Kendati demikian, Dicky Zainal Arifin tetap sederhana dan rendah hati. Tak terkesan keangkuhan pada pria yang bermukim di Jl Raja Mantri I No 3 Bandung ini.

Lahir di Bandung pada 22 Maret 1968 dari pasangan Soetisna Atmadipradja SH dan RN Suryaningsih SH, Dicky tak memiliki pendidikan formal yang sangat tinggi. Namun, berkat intensitas menyimak Al Qur’an, menyebabkannya dapat merancang teknologi.

Salah satu penemuannya yakni mikroba penyubur tanah organik atau pupuk PE Super. Ia mengklaim temuannya itu berguna untuk meningkatkan dan menjaga kesuburan tanah. Selama ini, pupuk buatan (anorganik) dapat menurunkan kualitas tanah. Hal ini disebabkan berkurangnya mikroba yang menguntungkan dalam tanah.

Pupuk PE Super ini mendongkrak kesuburan tanah melalui mikroba DZA (singkatan dari nama Dicky Zainal Arifin). Cara kerja mikroba DZA adalah memakan unsur-unsur tertentu dalam tanah. Kemudian, kerja mikroba ini akan menghasilkan suatu zat yang dapat menyuburkan tanah, sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.

Namun, Dicky mengakui temuannya itu tak diakui kalangan ilmuan. Alasannya, Dicky tak memiliki kompetensi di bidang keilmuan atas temuannya. Di sisi lain, para peneliti pun belum dapat menentukan jenis mikroba. “Untuk pupuk ini, saya terinspirasi dari ayat Allah, yang artinya, bahwa segala sesuatu berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah,” katanya.

Penemuan lainnya di bidang kesehatan, yaitu brain activator (BA). Alat pengaktif sel otak ini merupakan pemanfaatan gelombang ultrasonik yang dikembangkan dengan menggunakan Teknologi Hikmatul Iman. Alat ini berfungsi meningkatkan vibrasi syaraf dan jumlah hubungan antarsyaraf, sehingga meningkatkan arus listrik antarsyaraf otak.

“Dengan demikian, sel-sel otak yang belum aktif atau masih tidur menjadi aktif dan akan meningkatkan memori. Sel otak yang sudah aktif akan semakin giat, koordinasi antarsel akan menjadi lebih baik dan terjadi percepatan normalisasi pada jaringan otak,” papar Dicky yang menikah bulan Maret 1995.

Pendiri Yayasan Hikmatul Iman –yang didirikan pada 20 April 1989 dan diklaimnya memiliki dua juta murid– mengaku telah menguji BA. “Dari hasil lab, dua orang responden kami, Irfan dan Fajar, menunjukkan bahwa pemakaiaan brain activator tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan,” jelasnya.

Dari semua penemuannya, belum satu pun dipatenkan. “Para ilmuwan tidak bisa menerima apa-apa yang telah saya lakukan. Karena, penemuan saya tersebut belum diteliti sebelumnya,” jelasnya.

Ia mengakui sejak kecil memiliki kemampuan melihat secara ‘astral’. Kemampuan ini kian kuat saat ia dewasa. Bahkan, seni beladiri Hikmatul Iman yang dirancang, berangkat dari kemampuan melihat kegaiban.

Alkisah, sekitar September 1988, ia asyik membaca komik. Sekonyong-konyong, kamarnya menjadi temaram, kendati lampu tetap menyala. Cahaya lampu sulit menembus ketemaraman kamar yang hanya berukuran 3×4 meter persegi.

Di tengah temaram, suami dari Risti Aristia Finia yang waktu itu baru berusia dua puluh tahun, melihat seseorang secara ‘holograph.’ Bayangan tiga dimensi itu melakukan gerakan-gerakan silat dan pernapasan. Keheranan pun menyelimuti dirinya. Apalagi ia jelas melihat yang melakukan gerakan-gerakan tersebut adalah dirinya. Pada saat ia mengalihakan perhatiannya, bayangan itu pun menghilang.

Setelah kejadian tersebut, Dicky merasakan di dalam tubuhnya dipenuhi kekuatan panas-dingin yang berputar-putar dalam tubuhnya. Lalu disusul himpitan kekuatan yang luar biasa.

Dicky teringat akan gerakan pernapasan yang ada dalam gerakan holograph tersebut. Dicobanya gerakan itu, diulanginya sampai tiga kali. Akhirnya semua kekuatan yang menghimpitnya itu hilang. Sebagai gantinya, suatu energi terkendali yang berlimpah dan tidak ada habisnya.

Selain itu, Dicky juga mempunyai ide yang cemerlang dalam perawatan tubuh dan wajah. Idenya dituangkannya dalam program UP2U. Melalui program ini, orang akan dapat menggemukkan ataupun menguruskan tubuhnya dengan cara penotokan. Penotokan ini, menurutnya, akan mempengaruhi metabolisme tubuh yang disesuaikan untuk program UP2U.

Melalui program ini, menurutnya, konsumen dapat menurunkan berat badannya sesuai keinginan. Konsumen dapat menurunkan berat badannya dalam waktu seminggu, sebulan, tiga bulan, bahkan bisa juga dalam waktu satu tahun.

Sehari-hari, Dicky memberikan pengobatan alternatif untuk masyarakat. Kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk syiar dari Hikmatul Iman, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Teknologi yang dikeluarkan oleh Hikmatul Iman pun tujuannya untuk membantu dan meringankan beban masyarakat.

Dari penemuan-penemuan teknologi yang dikeluarkannya, prinsip dasar dari teknologi tersebut adalah kesederhanaan. “Kesederhanaan teknologi yang kami gunakan, namun hasilnya dapat dioptimalkan,” ujar Dicky.

Dicky juga mengungkapkan bahwa sudah banyak partai yang mengajaknya untuk berpolitik. Namun, Hikmatul Iman bukan wahana untuk politik, melainkan wadah untuk syiar agama ke masyarakat.

bobby kurniawan

divider

Lihat update beberapa teknologi lain yang dikembangkan Kang Dicky & Komunitas LANTERHA yang diliput oleh Tim Lanterawatch :

Cara Membuat Pupuk Organik Cair DZA

Karakteristik Pupuk Organik Cair DZA (POC DZA) sedikit berbeda dengan kebanyakan pupuk yang ada di pasaran. Kebanyakan pupuk lain yang berfungsi sebagai penyedia unsur kebutuhan tanaman. POC DZA pada dasarnya adalah bakteri mikroba (jenis baru), bakteri inilah yang akan menghasilkan/memperbanyak unsur hara dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan oleh tanaman, seperti mengikat nitrogen dari udara, mengikat fosfor, mengikat kalsium, dan lain-lain. Proses pembuatan POC DZA ini sangatlah mudah, namun dalam prakteknya selalu terdapat perbedaan hasil akhir. Ini dikarenakan adanya ketidakseragaman dalam proses pembuatan POC DZA.

Masalah ini dapat diminimalisir dengan adanya Starter untuk membuat bakteri. Jadi kita tinggal membuat media perkembangbiakan bakteri saja, kemudian ditambahkan Starter, maka hasilnya dijamin akan sama.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah usahakan gunakan air SEMINIMAL mungkin, atau bila harus menggunakan air saat proses penggilingan, gunakan air kelapa basi. Air yang terlalu banyak dapat mempengaruhi perkembangan bakteri sehingga kualitas pupuk menjadi kurang baik.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Pupuk Organik Cair DZA adalah sebagai berikut :

1. Kirinyuh (Chromolaena Odorata)

2. Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia)

3. Babadotan (Ageratum Conyzoides)

4. Sintrong (Crassocephalum Crepidioides)

5. Kaliandra (Calliandra Calothyrsus)

6. Pakoasi

7. Serunai (Sphagneticola trilobata)

 

8. Bayam Liar (Amaranthus Spinosa)

9. Jalantir (Conyza Sumatrensis)

10. Tali Putri (Cuscuta Australis)

11. Kersen (Muntingia Calabura L.)

12. Kecoa

13. Air Kelapa Basi / Bari

Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :

Cacah (potong hingga menjadi kecil) semua bahan yang diperlukan, kemudian satukan dan rendam dengan air kelapa basi. Tujuan perendaman ini adalah agar pada saat proses penggilingan, mesin dapat menggiling dengan sempurna, karena biasanya mesin giling selalu membutuhkan air untuk menggiling bahan dengan sempurna. Namun, apabila tidak ada air kelapa tidak apa-apa, hanya usahakan untuk menggunakan air seminimal mungkin.
Giling bahan yang telah dicacah. Apabila tidak ada mesin giling, boleh ditumbuk.

Setelah bahan menjadi lembut, masukkan kedalam tong, beri sedikit lubang udara diatasnya karena bahan ini menghasilkan gas. Kemudian putar (aduk) berlawanan arah jarum jam. Selama 2 (dua) minggu pertama putar minimal 3x sehari selama @15 menit.

Setelah 2 minggu pertama waktu pemutaran menjadi fleksibel, boleh sehari sekali atau seminggu 3x. Karena pada tahap ini tidak ada perkembangan yang signifikan pada bakteri walaupun Akang Teteh setiap hari melakukan pemutaran.

Setelah minimal 1 bulan, pupuk ini sudah jadi. Pada saat jadi, bahan akan berubah menjadi cairan dan ampasnya hanya tinggal sedikit.
Saring air dari tong tersebut.

Selamat…!!! Akang Teteh telah berhasil membuat pupuk HI

Untuk dosis masing-masing bahan adalah sebagai berikut :

Kirinyuh                                  1 Kg
Kembang Bulan                     1 Kg
Sintrong                                  2 Ons
Babadotan                              3 Ons
Kaliandra                                1 Ons
Seruni                                      1 Ons
Bayam Liar                             2 Ons
Pakoasi                                    5 Ons
Tali Putri                                 1 Ons
Jalantir                                    1 Ons
Kecoa                                  Secukupnya
Air Kelapa                          Secukupnya

Bila ingin memproduksi pupuk lebih banyak Akang Teteh bisa menambahkan bahan sesuai kebutuhan dengan tetap memperhatikan rasio bahan dengan mengikuti dosis diatas.

Semoga  Akang-Teteh produsen pupuk selalu sukses dan bisa memberikan nilai tambah bagi negara Indonesia yang notabene negara agraris namun belum mampu untuk swasembada pangan. Dan untuk Akang Teteh yang telah mempelajari cara pembuatan POC DZA, agar bisa mempraktekkan dan mengajarkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan pupuk yang murah, berkualitas dan sangat ramah lingkungan ini.

Inilah Lanterha The Lemurian Meditation

Lanterha The Lemurian Meditation atau disingkat dengan sebutan LANTERHA atau LTLM merupakan metamorfois dari Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia.

Lembaga ini bertujuan lebih global dan internasional dari organiasi sebelumnya. Secara badan hukum, LTLM merupakan salah satu dari satuan pelaksana Yayasan Lantera yang bergerak di bidang pengembangan dan eksplorasi kemampuan manusia secara menyeluruh.

Metode pelatihan yang diterapkan di LANTERHA telah terbukti membantu jutaan manusia dan memberikan manfaat luas di masyarakat. Dalam istilah lokal, LTLM dikenal juga dengan nama Seni Olah Nafas Lanterha. Orang-orang yang telah terlibat secara aktif  dengan organisasi ini dikenal dengan istilah Lanterhian.

Jika Akang-Teteh tertarik untuk ikut belajar dan berlatih di lembaga ini, silahkan bergabung melalui fitur online yang tersedia,  atau dapat bersilaturahmi ke ranting/satuan latihan kami yang tersebar di beberapa kota. Untuk mendapatkan informasi yang up to date mengenai LTLM, silahkankan follow akun-akun Instagram Lanterha Pusat dan berbagai Ranting Lanterha.

Di era informasi seperti sekarang, kendala waktu, jarak dan biaya yang dihadapi oleh para Lanterhian sedapat mungkin diatasi dengan  kelas online dengan materi-materi khusus yang dibimbing langsung oleh Kang Dicky Zainal Arifin. Kelas online ini menggunakan fitur interactive video streaming yang memungkinkan setiap peserta dapat berinteraksi langsung dengan Pemberi Materi.

Ada 4 kategori LANTÉRIAN :

  1. ZADRAMA: adalah mereka yang belajar semua materi pelajaran seperti ilmu silat, tenaga dalam dan metafisika secara lengkap dan mengikuti tiap jenjang pelatihan. Tingkatan di LSBD HI masih berlaku di LANTÉRHA.
  2. HALÉVA/pengobatan: adalah mereka yang hanya mengikuti ini biasanya untuk kelas kesehatan dan meditasi, juga ketenangan. Segala ilmu pengobatan diajarkan disini sampai mendalam.
  3. ANNARGIA/Energi: adalas kelas untuk mereka yang lebih menyukai tenaga dalam dan daya penghancur. Mereka akan lebih fokus untuk memperdalam tenaga dalam tanpa diganggu ilmu silat dan program lain. Ujiannya pun berbeda.
  4. TARRANT/Silat: kelas ini adalah kelas para petarung dan khusus mempelajari pertarungan juga memperdalam ilmu silat, akan secara khusus dalam penggemblengan mereka. Namun bukan tidak mungkin mereka mengikuti kelas lain dan memilih multi disiplin secara mendalam. Atau hanya mengambil hal yang paling disukai.

ZADRAMA

Ada beberapa tingkatan besar, yaitu:

  1. Pertama tingkatan dasar atau MARATHA (Angin) yang terbagi menjadi sepuluh tingkatan, dari Maratha Heza hingga Maratha Dheza.
  2. Tingkatan kedua adalah BANIALA (Air). Ini memiliki lima bagian dari Baniala Heza sampai Baniala Lhima. Ada pola berlatih khusus juga untuk level ini
  3. Tingkatan ketiga PARTALA (Bumi). Tingkatan ini memiliki tiga pola latihan. Mulai dari Partala Heza sampai Partala Tria
  4. ALGAM (Logam). Tingkatan ini hanya memiliki dua tingkatan. Algam Heza dan Algam Lurha.
  5. ZANNA (Api). Di tingkatan ini hanya ada satu level saja. Dimana semua sudah bisa dipelajari secara mendalam.