Category Archives: Profil Lanterhian

Kang Rommy : Ahli Grafologi, Hyphnoteraphy, Ilmu Komunikasi, Dosen, sekaligus Guru Yoga,

Bidang pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat menarik Rommy Mochamad Ramdhani adalah salah satu praktisi pendidikan yang berasal dari komunitas Lanterha. Kang Rommy memiliki cara dan strategi pengajaran yang berbeda namun tergolong unik untuk ia terapkan kepada para mahasiswanya. Lulusan dari S1 Hukum dan S2 Manajemen SDM Universitas Parahyangan ini telah tercatat sebagai dosen dalam mata kuliah Kewarganegaraan, Hukum Bisnis, Sosiologi dan Politik, juga Hukum Ketenagakerjaan di Universitas Widyatama Bandung sejak bulan Juli 2012 lalu.

Kang Rommy Mochamad Ramdhani Lanterha 01

Di samping itu ia juga memiliki kesibukan sebagai trainer untuk Seminar Graphology, Seminar Leadership and Teamwork, Seminar Motivasi, Seminar Ilmu Mendidik dan Seminar Public Speaking di bawah manajemen Rumah Segilima yang ia miliki. Ia berharap dengan materi-materi yang telah ia sampaikan dalam beberapa seminar ini dapat menjadikan pribadi masyarakat menjadi lebih berkualitas, sesuai dengan prinsip hidup yang ia terapkan, “Berusaha Menjadikan Diri Semakin Berkualitas dan Menularkan Kualitas yang Dimiliki kepada Lingkungan Terdekat”.

Meet and Greet FBM Togetherness, Senat Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama.

“The Leader in Me…

Posted by Rommy Mochamad Ramdhani on Saturday, August 6, 2016

Saung Terapi Walagri

Alhmadulillah Opening Saung Terapi Walagri, pada hari sabtu tanggal 6 Agustus 2016 berjalan dengan lancar. Dimulai…

Posted by Saung Terapi Walagri on Saturday, August 6, 2016

divider

Alhmadulillah Opening Saung Terapi Walagri, pada hari sabtu tanggal 6 Agustus 2016 berjalan dengan lancar. Dimulai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis, pemasangan spanduk dan terapi kesehatan bagi warga sekitar.

Jasa Layanan Saung Terapi Walagri :

  • Mengobati Berbagai Penyakit Medis & Non Medis
  • Memperkuat Antibody & Daya Tahan Tubuh
  • Pelatihan Olah Nafas untuk Kesehatan

Beralamat :

Jl. Simpang Cigiringsing, RT006/04, Depan Cluster Pratama Asri 1, AH. Nasution – Ujung Berung – Cijambe – Kosar – Cigiringsing – Bandung 40619
Nomor  Kontak : 0821-1506-8186

Follow  Instagram dan Twitter Saung Walagri :
– Ig : saungwalagri
– Twitter : @saungwalagri

Kunjungan Kang Asep Za ke Kebun Jeruk & Peternakan Ayam Kang Amir Yusuf di Garut

Pada artikel sebelumnya, diceritakan bahwa kang Asep Za, Kepala Desa Banyuresmi, berhasil mengadakan Pelatihan Cara Membuat Bahan Bakar Air di desanya.

Selasa 2 Agustus 2016..
Kunjungan atau study banding di lokasi kebun jeruk milik kang Amir Yusuf Lanterhian Garut yg…

Posted by Asep Za on Tuesday, August 2, 2016

divider

Selasa 2 Agustus 2016..

Kunjungan atau study banding di lokasi kebun jeruk milik kang Amir Yusuf Lanterhian Garut yang berlokasi di Kp Ngompod Desa Pamekarsari, dengan populasi tanaman jeruk yang di milikinya berjumlah 500 pohon, terlihat pohon jeruknya sangat rimbun dan berbuah lebat sekali. Ternyata rahasia keberhasilan penanaman jeruknya yg kini masuk umur tanam 5 tahun tersebut adalah menggunakan Pupuk Organik Cair DZA.

Selain tanaman jeruk, kang Amir juga memiliki usaha peternakan ayam pedaging yang jumlah populasinya sebanyak 9000 ekor… lagi lagi rahasia perawatan ayam broiler pedagingnya menggunakan Suplemen Alami yg bernama Ragahay.. ragahay ternyata menurut sampling uji ciba lab menunjukan penekanan tingkat kimiawi pada daging ayam sangat menurun sekali, artinya ayam pak Amir benar benar Organik,, super sehat dan aman buat pencernaaan yg mengkonsumsinya..

Semua produk yg di gunakan, mulai dari pupuk cair DZA dan Suplemen ternak “Ragahay” merupakan hasil cipta mbap Kang Dicky Zainal Arifin.. namun demikian kita pun juga semuanya bisa belajar untuk memproduksinya…  asalkan ada kemauan

Kang Tedi & Teh Eli – Lanterhian Kreatif dari Purwasuka – Inspirator Kemandirian Pangan Indonesia

Pengantar :

Artikel ini dimuat di Harian Umum Pasundan Ekspress edisi 2 Agustus 2016.  Kami Tim Lanterawatch adalah salah satu pihak yang merasa terinspirasi, hingga merasa perlu memuatnya juga di sini. Selamat menyimak…. 🙂

divider

Beri Pelatihan Gratis, Dipesan hingga Luar Jawa

Siapa bilang perempuan tidak bisa banyak berbuat? Eli Herlina (30) asal Purwadadi Subang membuktikannya dengan bermetamorfosa dari ibu rumah tangga bisa menjadi pengusaha pupuk sekaligus menjalankan misinya untuk menyelamatkan bumi.

TIARA MAULIDA, Subang

BERAWAL dari keperihatinannya terhadap maraknya kasus makanan yang tidak layak konsumsi, Eli Herlina mencoba mengawali usaha sebagai wirausahawan pupuk organik. Ibu dari dua anak ini mengaku pada awalnya mendapatkan ilmu pengolahan pupuk dari seorang teman.

“Dulu diajarkan oleh teman. Pupuk ini berbeda karena bahan bakunya sangat mudah. Yaitu tanaman yang sering kita anggap sebagai gulma di kebun atau pekarangan rumah. Jumlahnya banyak dan mudah ditemui. Dan manfaatnya luar biasa, maka saya tertarik untuk menjalani usaha ini,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Eli mulai memproduksi pupuk organik cair sejak tahun 2010 silam. Dengan alat seadanya, ia dibantu suami dan kedua anaknya berusaha membuktikan kepada masyarakat bahwa pupuk yang dibuatnya berbeda dengan pupuk lain. Bagaimana tidak? Pupuk yang dibuat dari bahan dedaunan itu bisa merekonstruki DNA tanaman seperti semula.

“Bibit sekarang banyak yang sudah tercemar limbah pestisida dan banyak mengandung racun yang berbahaya bila dikonsumsi. Selanjutnya panganan yang tidak baik akan berimbas pada perilaku manusia yang tidak baik juga. Penggunaan kimia dalam jangka panjang juga akan merusak bumi kita,” jelasnya.

Perempuan yang kini tinggal di Desa Wanakerta Kecamatan Purwadadi, Subang, ini menjelaskan bahwa pupuk organik cair yang diproduksinya memperbaiki DNA tanaman dan merekonstruksi bumi sehingga dapat menghasilkan hasil pertanian yang lebih baik dan sehat. Untuk membuat pupuk ini, Eli biasa menggunakan dedaunan seperti kembang bulan, daun jalantir, bayam liar, daun serunai, daun tali putri, dan masih banyak lagi.

Pupuk organik cair yang diproduksi Eli diberi nama Granuma DZA. Ada beberapa varian manfaat olahan pupuk yang ia buat seperti untuk pengolahan limbah (air limbah yang tercemar), pupuk tanaman palawija, pupuk tanaman padi, pupuk tanaman bunga, penetralisir alami kolam ikan, dan untuk limbah sanitasi.

Sejak awal, Eli sudah bertekad bahwa usahanya kali ini juga harus bermanfaat bagi masyarakat maupun bumi. Maka dari itu, Eli memberikan bibit, pupuk, dan pelatihan secara gratis kepada masyarakat. Namun cara tersebut tidak serta merta disambut baik oleh masyarakat.

“Saya sadar untuk merubah pola pikir masyarakat butuh waktu. Maka sampai saat ini saya terus konsisten menjalani hal yang sama namun dengan cara yang lebih variatif seperti aktif menggunakan medsos sebagai ajang sosialisasi dan bekerjasama dengan banyak komunitas. Alhamdulillah sekarang puluhan kelompok sudah terbentuk dan sama-sama memproduksi pupuk organik cair,”tuturnya.

Saat ini tercatat lebih dari dua puluh kelompok usaha tani maupun pribadi yang memproduksi pupuk serupa. Semuanya hasil pelatihan yang diberikan oleh Eli yang terus diberikan secara berkesinambungan. Selain itu, Eli juga turut membantu pemasaran dan pengujian tes kualitas pupuk secara berkala.

“Pelatihannya saya beri gratis asal yang diberi ilmu harus mau mengajarkan lagi minimal ke orang lain supaya lebih banyak masyarakat yang sadar akan manfaat dari pupuk ini. Selain murah juga bisa membantu menjaga bumi dan tubuh manusia yang mengkonsumsi makanan kan,” ujar istri dari Tedi Sutendar ini.

Berkat ketekunannya, Eli kini sudah menerima pesanan pupuk dari luar pulau seperti Manado, Sumatera, Bengkulu, dan Gorontalo. Permintaan pupuk yang semakin meningkat membuat Eli cukup kewalahan karena sampai saat ini dirinya masih memproduski pupuk secara manual sehingga kuantitasnya tidak banyak.

“Pesanan banyak tapi belum cukup modal untuk membeli alat yang bisa memproduksi pupuk lebih cepat. Semua dikerjakan secara manual. Untung ada teman-teman lain yang buat juag, jadi kalo ada pesanan kita salaing berbagi aja jatah pembelinya. Jadi saling menguntungkan. Untuk satu liter pupuk kita jual antara 25.000 s/d 32.500 tergantung dari jenis pupuk,” tandas wanita kelahiran Subang, 30 tahun lalu ini.

Dalam sebulan Eli baru mampu memproduksi kurang lebih 200 liter pupuk. Padahal pesanan yang datang sudah lebih dari itu, apalagi untuk pertanian seperti padi dan palawija. Eli berharap kedepannya semakin banyak orang yang menjalankan usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bumi yang semakin tua. (*/din)

divider

Setelah membaca artikel di atas, barangkali diantara pembaca ada yang bertanya….

Siapakah Kang Tedi dan Teh Eli itu?

Kang Tedi termasuk multi talenta. Di lingkungan tempat tinggalnya, beliau dikenal sebagai guru silat, terapis kesehatan, pembicara seminar, nara sumber di majelis ta’lim, hingga penulis kreatif tulisan-tulisan ilmiah yang sering di-share di Sosial Media.

Contoh beberapa artikel bagus dari Kang Tedi :

  1. Si Kecil Yang Luar Biasa (Kemakmuran di Bawah Tanah)
  2. Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya
  3. Romantika kehidupan merupakan nikmat hidup.
  4. Ketika Cinta Diuji.

  5. Mencari.
  6. Orang Yang Tidak Berdo’a Adalah Orang Yang Sombong.
  7. Menggugat Pada Sang Pencipta.
  8. Program Kemandirian.
  9. Mengapa Untuk Merubah Orang Lain Harus Merubah Diri Kita Dulu.
  10. Ngaguar Makna Alfatihah, Kanggo neleuman sareng ngajalankeun kahirupan.
  11. Cara Mengatasi Bau Karna Septik tank Bermasalah
  12. Karena Wanita Ingin Dimengerti.
  13. Arti Tangisan bayi/Anak.
  14. KISAH HIKMAH: CHATING YG MEMBAWA PETAKA
  15. Membuat Kurikulum Homeschooling.
  16. Belahan Jiwa, Catatan Untuk Para Suami.
  17. Ego Para Petinggi.
  18. Berlatih Tenaga Dalam.
  19. MEMAHAMI PERBEDAAN MAKNA KHOLAQO DAN JA’ALA.
  20. Strategi Perencanaan Keuangan.
  21. Main Hujan Hujanan
  22. Mengenal Tantrum dan Cara Mengatasinya.
  23. Ketika Bunda Menyarankan Menikah Lagi.
  24. Sejarah Penulisan Sunnah / Hadits.
  25. Mengenal Sunnah dan Hadits.
  26. Bekas Luka.
  27. Kita Tidak Akan Pernah Kecewa Kalau Kita Tidak Maksa.
  28. Stress.
  29. Stop Curhat.
  30. Psikologis Orang Yang Gampang Menyalahkan dan Gampang Memvonis Orang Lain.
  31. Jodoh dan Pilihan Hidup.
  32. Waktu Luang dan Kekosongan.
  33. Keheningan-Kesendirian-Kesepian.

Karya Tulis Bagus Kang Tedi Teh Eli

Teh Eli pun termasuk sosok yang produktif, di samping sebagai full time parent untuk anak-anaknya, Teh Eli rajin berniaga secara online, mengelola sebuah Toko Online bernama Kumara Olshop. Akang-Teteh yang kebetulan berteman di Facebook tentu familiar dengan berbagai postingannya bukan? 🙂

Dari Pisang emas hingga ke coklat lanjut ke gamis…
BA+GF Herbal + CX , Novel Arkhytirema + herbal HI, Toya dan benih, pupuk organik DZA plus paket kecantikan..

Hayoo…apapun di ORDERRR

Dikirim oleh Eli Herlina Sutendar pada 19 Februari 2014

divider

divider

Kang Kholiq : Terapis Lanterha Bandung Timur

Nama lengkapnya adalah Abdul Kholik. Akang-Teteh di Facebook bisa menemukan beliau dengan nama Aljanatulakhy. Kang Kholiq aktif berlatih dan melatih di LANTERHA Ranting SMK Wirakarya Ciparay. Namun tidak jarang beliau ikut berkumpul di Distarchip bersama Keluarga Kelas Kesehatan Vallgara.

Sehari-harinya, Kang Kholik banyak melakukan kunjungan pasien yang butuh diterapi. Kang Kholik juga sering terlibat baksos terapi di Panti Wreda Jl. Sancang Bandung, dan juga secara rutin ikut menerapi anak-anak penderita kanker di Rumah Cinta di dekat Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

divider

setelah mngikuti palatihan terapis d jl.subang..
kami mlnjutkn nerapi k rumah cinta ank kanker…

Posted by Aljannatulakhy on Sunday, July 24, 2016

 

meskipun kami tidak sehebat n sekuat seperti yg lain…
meskipun kami tidk bisa action dlm power dll…
tp kami syukuri…

Posted by Aljannatulakhy on Sunday, July 24, 2016