Baterai GrapheneThorium

Secara sederhana, graphene (grafena) adalah molekul yang terdiri dari atom karbon murni.

Atom-atom ini terkait satu sama lain, membentuk pola heksagonal dua dimensi menyerupai sarang lebah.

Singkatnya, dapat dikatakan bahwa graphene merupakan unit struktural dari grafit.

Graphene memiliki beberapa sifat mencengangkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, graphene telah menjadi subyek dari penelitian yang tak terhitung jumlahnya. Sebuah terobosan perihal pemanfaatan graphene bisa menjadi akhir bagi plastik, berbagai komponen elektronik, dan banyak teknologi yang kita gunakan saat ini

Peneliti UCLA telah berhasil mengembangkan baterai graphene yang tidak beracun, murah, dan mengisi ulang (charging) dalam waktu singkat.

Baterai ini bisa mengisi ponsel Anda hanya dalam waktu 5 detik!

Apakah ada orang Indonesia yang meneliti dan berusaha mengolah graphene menjadi teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan peradaban? Sebetulnya banyak, tapi jarang terekspos media massa. Salah satunya adalah Bapak Dicky Zainal Arifin, atau biasa dikenal dengan panggilan “Kang Dicky”.

Berikut adalah hasil percobaan baterai graphene-thorium yang diperlihatkan dalam akun Instagramnya :

Bikin lagi baterai Graphene Thorium. Dibuat sengaja lebih kecil.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dicky Zainal (@dicky_zainal) pada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Insert Captch *