Pelatihan Hydroponik Granuma DZA 28 Agustus 2016

Pelatihan Hydroponik Granuma DZA 28 Agustus 2016 Tempat di Kampung Sukajaya Desa Wanakerta RT.18/09 Purwadadi Subang 41261.

Pelatihan ini diikuti oleh para peserta dari SMAN 1 PURWADADI, SMAN 1 CIPEUNDEUY, KONDOBO CIPEUNDEUY, LTLM Karawang, Purwakarta, Subang.

Pengisi materi pelatihan dari Lanterha Bandung Raya, Kang Muhammad Rian.

Sumber : Album Foto Teh Eli Kang Tedi

Ternyata MTHI, Vallgara, dan Yayasan Ummara Belajar Mengelola Event Organizer dari Helmy Yahya

Salah satu kata-kata motivasi yang sering diucapkan oleh Tung Desem Waringin adalah, “Learn from the best, take action, do your best, miracles happlen”

Dalam hal ini, admin rasa, para pengurus MTHI, Vallgara, dan Yayasan Ummara telah memulainya. Mereka belajar cara mengeola Event Organizer dari salah satu EO terbaik di Indonesia saat ini, Bapak Helmy Yahya.

Berikut adalah dokumentasi foto saat sesi pembelajaran berlangsung tanggal 8 Agustus 2016 lalu :

Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan komunitas…

Waktu Adalah Batas Akhir

Sebuah Postingan yang menarik dari Kang Jack Napier… Postingan ini merupakan jawaban dari status Salim Widojo berikut :

Teori HIW Tentang Penjelajahan Waktu

Teori HIW Tentang Penjelajahan Waktu 2


WAKTU ADALAH BATAS AKHIR….. Begitulah KALIMAT PEMBUKA SETIAP EPISODE STARTREK VERSI KLASIK

Episode penjelajahan waktu pertama kali di edisode “Tomorrow is Yesterday” dan edisode “Naked Time”. Pada episode “Naked Time” pesawat USS Enterprise-A terlontar sejauh 3 hari ke belakang karena bertemu sebuah “Black Star” atau “Bintang Hitam”. Harus dimaklumi bahwa ketika episode tersebut ditayangkan tahun 1968, istilah “Black Hole” (Lubang Hitam) belum terlalu populer. Istilah “black Hole” baru populer sesudah tahun 1972.

Di episode-episode yang lebih terkemudian barulah kita temukan istilah-istilah seperti “singularity” dan “Worm Hole” (Lubang Cacing).

Sejatinya, setiap kita adalah “penjelajajah waktu” itu sendiri. Kitalah “pembuat sejarah”, namun kadang, pertanyaan tentang perjalanan waktu begitu menggoda. Tiap kali kita melihat bintang-bintang bertabur ke angkasa.

Beberapa bintang tersebut sudah ada yang “mati”. Tapi, sensor penglihatan kita melihatnya sebagai bintang yang masih terang, karena “info terbaru” nya masih “berjalan” selama ribuan masa sebelum mencapai planet Ardh Grumma di mana kita sekarang ini… (wayahna we)

Lantas bagaimana kemungkinan tentang “kembali” ke masa lalu? “Kembali” tersebut maksudnya apa? Konteksnya bagaimana?

  • Membangkitkan kembali kemenangan?
  • Memperbaiki kegagalan? (mungkin)
  • atau bertemu dengan “orang-orang besar”?
  • atau menyambangi “diri sendiri” dengan wujud yang lebih dewasa tanga tahu si “versi muda” bertemu dengan dia sendiri “yang lebih tua”?

Namun, dalam bahasa yang lebih canggih deui… betulkan kita terperangkap dalam sebuah gerbong penjelajahan waktu semesta yang tidak akan dapat pindah jalur? Tah… leuwih lieur deui pertanyaannya… lebih-lebih mencari jawabnya

Episode paling menari dari “Star Trek” ialah, tentang penjelajahan antar-waktu itu sendiri…

Para awak Enterprise diperintahkan keras dengan penalty berat agar tidak mencamouri perkembangan alami sebuah peradaban makhluk yang mereka temui. Perintah tersebut dinamakan “Prime Directives” (Aturan Utama)… Mirip “Aturan Ethepaka” kali yah? ūüôā

Salah satu doktrinnya ialah, melarang penjelajahan waktu ke masa silam, yang memungkinkan satu pihak memusnahkan “masa sekarang”

Dalam topik Fisika Modern, terdapat postulat bernama “Grandmother Paradox” (Paradoks Nenek). Postulat tersebut maksudnya begini, apa yang terjadi bila salah satu dari kita kembali ke masa lalu dan menembak kepala nenek kita? Seharusnya kita tak akan pernah terlahir ke dunia ini khan?

Lantas, bila kita tak pernah terlhair ke dunia, lantas bagaimana kita bisa melakukan aksi “balik waktu” untuk men”dor” nenek kita sendiri? Betul nggak?

Jaaadi, apabila kita tidak membunuh nenek kita, berarti kita tetap ada khan? Intinya, bila kita ada, maka kita bisa jadi tidak ada juga. Di sisi lain, bila kita tidak ada, maka sejatinya harus ada…

Bingung? Ya nggak apa apa lah…

Ambil contoh episode Star-Trek The Next Generation episode “Time is Arrow”…

Captain Jean-Luc Picard mengirim sinyal darurat dari abad 19 ke abad 24. Caranya? Dia menyalin kode biner ke dalam kepala data (Robot Cerdas).

Picard memperkirakan, informasi tersebut akan ditemukan 500 tahun kemudian ketika, perangkat robot kepala commander-data tersebut dipasang kembali.

Di awal kita akan menyaksikan adegan, Captain Picard sedang merekam, kemudian adegan berubah lagi ke tayangan, Comander La-Forde di abad ke-24 yang sedang meyambung kembali kepala Commander-Data…

Bagi penonton, mungkin akan terkesankan bahwa, adegan tersebut seolah-olah terjadi pada saat yang sama, walaupun sebenarnya tidak.. sejak disalin oleh Picard ke kepala data… dan informasi biner tetap ada di sana selama 500 tahun ke depan.

Nah, sekarang inti “masalah”nya… bila saya adalah Commander La_Forge, yang secara kebetulan menemukan dan mempelajari informasi di kepada data di abad ke-24 tentunya, bisakah saya temukan pesan kode tersebut di sana?

Jika di saat Commander La-Forde sedang memeriksa kepada data, tentunya Captain Picard sedang bertugas sebagai Captain khan di kapal tersebut?

Artinya, bila Captain Picard belum “terlempar” ke abad 19, maka tidak akan ada dongengnya seorang Commander La-Forge menemukan kode biner tersebut khan?

“Perubahan” di kepala data akan mejadi peristiwa yang terjadi (happening event) tanpa menghiraukan kapan Picard berangkat.

Bisa jadi Picard berangkat dua jam, atau dua jari, atau dua bulan… terhitung dari La-Forge sedang memperbaiki data, atau bisa jadi juga, dua jam sebelumnya.. terserah kapanpun itu…

 

ARTINYA……PERUBAHAN SUDAH TERJADI ….TIDAK PERDULI APAKAH PD SAAT PERUBAHAN ITU..SI PEMBUAT PERUBAHAN (CAPTAIN PICARD) SUDAH BERANGKAT/BELUM BERANGKAT KE ABAD 19…..

SUATU SEBAB PADA ABAD KE 19 (PICARD MEREKAM) ..DAPAT BERAKIBAT SESUATU PADA ABAD KE24 (PERUBAHAN RANGKAIAN ELEKTRONIK PADA KEPALA ROBOT-DATA)

SEBELUM PENYEBAB PADA ABAD KE 24 (PICARD MENINGGALKAN PESAWAT) MENGAKIBATKAN PERISTIWA DI ABAD KE 19 (DATANGNYA PICARD KE DALAM GUA ..TEMPAT KEPALA DATA TERSASAR)…..

PADAHAL .., KEDATANGAN PICARD KE DALAM GUA ITU LAH YG JADI SUMBER PENYEBAB (PICARD MEREKAM)….

MASIH BINGUNG ???..BAGUS..KRN EMANG SAMA BINGUNGNYA DGN POSTULAT “GRANDMOTHER PARADOX” TADI……

ITU LAH AKIBATNYA..BILA….”AKIBAT” MEMBENTUK “SEBAB”……

JIKA PADA MASA SILAM.., PENYIMPANGAN RUANG-WAKTU MENGHANCURKAN KEHIDUPAN AWAL DI BUMI….MAKA SEMESTINYALAH TIDAK PERNAH ADA KEHIDUPAN YG BEREVOLUSI DAN MEMBENTUK MASYRAKAT YG MAMPU MEMBUAT AKSI PENYIMPANGAN RUANG-WAKTU…….(MUNGKIN KARENA ITU…TIM “AVARRANTZ” ITU MUSTI ADA)

SALAH SEORANG REKAN EISNTEIN..KURT GOEDEL NAMANYA…..MEMBERIKAN PERSAMAAN YG NAMANYA “CLOSED TIME-LIKE CURVE”….KURVA WAKTU-TERTUTUP…… MAKSUDNYA IALAH….. SEBUAH IMPLIKASI BAHWA…..BAGAIMANA MENEMPUH SATU PERJALANAN DAN KEMBALI KE TITIK-KEBERANGKATAN YG SAMA DALAM RUANG DAN WAKTU YG SAMA……

PERTANYAAN LAINNYA IALAH……APA SAJA KAH YG “MEMENUHI SYARAT” UTK MENEMPUH PERJALANAN WAKTU ?? DAN BERAPA KECEPATANNYA ??

HADUH..BICARA “FAKTOR KECEPATAN” KITA HRUS NANYA LANGI AMA EYANG EINSTEIN….. EINSTEIN MENGOCEH BEGINI…..” JIKA SATU BENDA BERGERAK SECEPAT CAHAYA…MAKA KECEPATAN CAHAYA MENJADI SEBUAH ‘UKURAN ABSOLUT’… SHG RUANG-WAKTU MENJADI RELATIF”…..

EISNTEIN MENJELASKAN DGN BAHASA YG LEBIH BERSELOROH…”BILA ANDA BERKENCAN DIBAWAH CAHAYA REMBULAN…..SEPULUH JAM BERLALU SERASA SEMENIT…… BILA ANDA DIDEPAN PERAPIAN YG PANAS……SATU JAM SAJA SERASA SE-ABAD”………

LANTAS CAHAYA ITU APA ??? MAXWELL MENJELASKAN BAHWA..CAHAYA ADALAH GELOMBANg ELEKTROMAGNETIK……

DAN SALAH SATU SIFAT GELOMBANG IALAH..MERAMBAT…ATAO ISTILAH KOBOI NYA IALAH..”KELANA PENGGANGGU”….CONTOH MUDAHNYA IALAH..KALAO KITA MELIHAT IKAN BESAR BERENANG MELAMBAT..KITA BISA MELIHAT ALUR RIAK YG DITINGGALKANNYA DI SEPANJANG ALIRAN AIR…. SI BADAN IKAN MENGGANGGU MEDIA AIR SHG MENIMBULAN GELOMBANG RIAK YG BERBENTUK MANJANG….. BEGITU AJA DEH MUDAHNYA….

LANTAS BILA CAHAYA ADALAH “PENGGANGGU” ELEKTROMAGNETIK..LANTAS….MEDIA APA YG DIA GANGGU SELAMA PERJALANANNYA?????

MICHELSON-MORLEY BERTEORI BAHWA..”LUAR ANGKASA” TIDAK “SELUGU” YG DILIHAT..CAHAYA MATAHARI MENRAMBAT KEMARI LEWAT SEBUAH MEDIA…SEBUT SAJA NAMANYA “ETER”….. MICHELSON-MORLEY PUN BERTEKAD MEMBUKTIKANNYA..NAMUN..TETAP “KEJELASAN ETER” MASIH TAK TENTU RIMBA NYA….

[…HMMMMM…MAKANYA…PENJELASAN TTG “THRELL” SELALU MENARIK DAN BIKIN PENASARAN…]…

DALAM PENELITIAN YG LEBIH CANGGIH….. MISALNYA KAJIAN HIGH-ENERGY PHYSICS….FISIKA ENERGI TINGGI…KONSEKUENSI TEORI RELATIVITAS KHUSUS JADI MENARIK UTK DICOBA….

SEBUAH PARTIKEL ELEMENTER DICOBA UTK DIBUAT BERGERAK SECEPAT CAHAYA DAN USIA OPERASIONALNYA DITAKAR…..

ELEKTRON…MEMPUNYAI MASSA SEBESAR…. 1/2000 MASSA NYA PROTON….. BILA DIPERCEPAT SAMPAI 0.99999999999999999 KALI KECEPATAN CAHAYA…MAKA ENERGINYA SETARA DGN HANTAMAN TRUK YG BERGERAK SECEPAT 40 KM/JAM……

INTI NYA IALAH….KONSEPSI DAN DAMPAK RELATIVITAS RUANG-WAKTU TIDAK MUDAH DIMENGERTI SECARA KOMPREHENSIF BILA KITA HIDUP DIBAWAH KECEPATAN CAHAYA……

DENGAN KECEPATAN SEPARUH KECEPATAN CAHAYA SAJA…..MAKA JAM BERJALAN LEBIH LAMBAT….MISTAR 30 SENTI-AN AKAN MEMENDEK 15% DARI UKURAN SEMULA…..

GAK KEBAYANG GIMANA CARANYA DUTA-BESAR SAREK (WAKIL DARI PLANET VULCAN) BIKIN JANJI DENGAN CAPTAIN JAMES TIBERIUS KIRK…….

SATU PERJALANAN SAJA..DARI ARDGRUMMA MENUJU PUSAT GALAKSI KITA (GALAKSI LAGRAVEN INI) KONON BUTUH WAKTU 25000 TAHUN (DALAM HITUNGAN DI ARDGRUMMA KITA)……

JIKA PAKAI PESAWATNYA CAPTAIN JAMES KIRK..YAITU..USS ENTERPRISE-A….. 25000 TAHUN TSB JADI “CIUT” MENJADI 10 TAHUN SAJA (DALAM HITUNGAN ARDGRUMMA KITA)……

SAYANGNYA..KALAO IYA SEPRTI ITU..LANTAS BAGAIMANA “ATURAN KEHIDUPAN GALAKSI” DALAM BENTUK “FEDERATION OF PLANET” TSB BISA TERATUR RATA????

JADI TIMBUL DUALISME DISINI…

(1) KECEPATAN CAHAYA DIHINDARI SUPAYA..HUBUNGAN ANTAR-PLANET BISA TERBANGUN DAN TIDAK KACAU BALAU….

(2)..TAAAAAPI….. KECEPATAN DIATAS KECEPATAN-CAHAYA JADI PERLU KALAO MAU MENJELAJAH ANTAR-GALAKSI…….

KUNCI MISTERI NYA IALAH…..APA YG LEBIH CEPAT DARI CAHAYA ??? TAPI JUGA TIDAK BIKIN FENOMENA “KELANA PENGGANGGU” …….BISA KAH “GELOMBANG PIKIRAN” MENCAPAI NYA???……

I REST MY CASE……..

Kang Rommy : Ahli Grafologi, Hyphnoteraphy, Ilmu Komunikasi, Dosen, sekaligus Guru Yoga,

Bidang pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat menarik Rommy Mochamad Ramdhani adalah salah satu praktisi pendidikan yang berasal dari komunitas Lanterha. Kang Rommy memiliki cara dan strategi pengajaran yang berbeda namun tergolong unik untuk ia terapkan kepada para mahasiswanya. Lulusan dari S1 Hukum dan S2 Manajemen SDM Universitas Parahyangan ini telah tercatat sebagai dosen dalam mata kuliah Kewarganegaraan, Hukum Bisnis, Sosiologi dan Politik, juga Hukum Ketenagakerjaan di Universitas Widyatama Bandung sejak bulan Juli 2012 lalu.

Kang Rommy Mochamad Ramdhani Lanterha 01

Di samping itu ia juga memiliki kesibukan sebagai trainer untuk Seminar Graphology, Seminar Leadership and Teamwork, Seminar Motivasi, Seminar Ilmu Mendidik dan Seminar Public Speaking di bawah manajemen Rumah Segilima yang ia miliki. Ia berharap dengan materi-materi yang telah ia sampaikan dalam beberapa seminar ini dapat menjadikan pribadi masyarakat menjadi lebih berkualitas, sesuai dengan prinsip hidup yang ia terapkan, ‚ÄúBerusaha Menjadikan Diri Semakin Berkualitas dan Menularkan Kualitas yang Dimiliki kepada Lingkungan Terdekat‚ÄĚ.

Meet and Greet FBM Togetherness, Senat Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama.

“The Leader in Me…

Posted by Rommy Mochamad Ramdhani on Saturday, August 6, 2016

Mengambil Hikmah dari Kisah Perjalanan Hi-Octan & Octamax-96

Ide tulisan ini awalya berawal dari ocehan Andrias Laszudildas di dinding facebook HIW. Saat artikel ini ditulis, Andrias telah menjadi The Mantans dan bergabung dengan Haters. Saat ini dia adalah salah satu orang yang sering membuat status kontroversi di Facebook. Meskipun dia selalu mengatasnamakan agama sebagai pembenaran alasan dirinya keluar dari LSBD HI, dia tidak mampu menyembunyikan kekecewaan pribadinya atas apa yang dialaminya saat menjadi pengelola salah satu produk peningkat Oktan di komunitas Hikmatul Iman.

Simaklah screenshoot percakapan berikut yang admin ambil dari Facebook :

Ternyata ada dendam pribadi andrias pada hi octan 1

divider

Dalam diskusi di atas, Andrias menyatakan bahwa pencetus Hi-Octan adalah dari Octamax. Andrias juga menyatakan bahwa Hi-Octan merebut pasar HI.

Benarkah faktanya demikian? Untuk masalah produk Hi-Octan, ada baiknya kita bertabayyun langsung dengan pihak-pihak yang terlibat dengan produknya langsung. Atas dasar itulah, admin memutuskan untuk mengupas tuntas masalah Hi-Octan & Octamax.

Admin melakukan banyak percakapan  langsung dengan Kang Hedy Ardenia Octaviano, Direktur Utama CV Energi Selaras Alam, Di samping itu, kami bertanya-tanya pada para distributor dan reseller produk tersebut serta mendengarkan curhat-curhat mereka. Kami juga mengobrol dengan para pemakainya. Dari situ, kami mendapatkan beberapa informasi yang akhirnya bisa kami susun dalam uraian di bawah ini.

Tentang Octamax-96

Produk peningkat oktan yang pertama kali diproduksi di lingkungan internal LSBD HI adalah OCTAMAX 96, tahun 2008 akhir. Produk ini dikelola oleh Ranting UIN dengan beberapa orang pengelola, salah satunya adalah Andrias Laszudildas, di bawah bendera CV. Hikmatul Iman. Saat itu distribusi produk tersebut hanya beredar di kalangan internal komunitas Hikmatul Iman saja. Admin pun saat itu pernah membeli produk tersebut di akhir acara Open Dialog Hikmatul Iman. Inilah penampakan Octamax 96 generasi pertama yang sempat Admin beli tersebut :

Octamax 96 Level 1 kompetitor awal Hi Octan
Octamax 96 Level 1, cara pakai 1 tutup botol (5 ml) untuk 2 liter Bensin Premium

Admin termasuk salah seorang yang membeli produk ini di acara Open Dialog Hikmatul Iman saat itu.  Admin masih inget kok aturan pake produk ini, 1 tutup botolnya, 5 ml, untuk 2 liter bensin Premium.  Secara kualitas memang tidak mengecewakan kok.

Admin mencatat Kelemahan produksi pertama Octamax ternyata tutupnya yang gampang bocor, terutama saat kepanasan di bagasi motor atau di dashboard mobil. Admin ngalamin sendiri kok, saat ditaruh di bagasi motor, tutupnya longgar hingga isinya tumpah semua.

Berikutnya, produsen Octamax-96 mengganti tutupnya dengan tutup logam seperti yang dipakai botol produk Ragani. Selama tutupnya belum dibuka, produk ini lebih gampang dikirim, tapi begitu sekali dibuka, jadi gampang bocor lagi. Jadi, admin yakin, Andrias dan kawan-kawan pun tentu merasakan rumitnya riset, pengelolaan, hingga distribusi produk yang terbuat dari bahan-bahan baku yang menurut Andrias sangat sederhana itu. Pesan pertama yang admin sampaikan adalah, sesederhana apapun suatu produk, butuh pengelolaan yang serius.

Kemunculan Awal Hi-Octan

Kalau berdasarkan hasil ngobrol dengan para anggota komunitas sih, ternyata banyak yang nggak ngerti juga apa bedanya Hi-Octan & Octamax, Kenapa sampai terjadi lebih dari 1 produk dengan pengelola yang berbeda? Bahkan banyak juga yang nggak tahu kalau Hi-Octan dan Octamax itu produknya berbeda.

Di awal tahun 2010, Kang Hedy, Kang Ridwan, Kang Encep, dkk, awalnya sedang meriset bakteri fermentasi yang paling efektif untuk mengolah singkong menjadi tepung terigu. Mereka berdiskusi dengan Kang Dicky Zainal Arifin, dan meminta saran untuk pengembangan bakteri fermentasi tersebut, agar lebih efektif dari metoda yang sudah ada saat itu, yang sebetulnya sudah banyak diproduksi berdasarkan riset dari staf ahli Institut Pertanian Bogor. Saat itu, Kang Dicky sudah dikenal sebagai pengembang bakteri mikroba organik pupuk DZA, jadi wajar sekali khan kalau Kang Hedy cs berdiskusi tentang masalah bakteri tersebut dengan kang Dicky?

Karena saat itu Kang Dicky sangat sibut dengan riset aplikasi UP2U terbaru dll, Kang Dicky agak menolak menindaklanjuti riset bakteri tepung mocaf, lalu menawarkan riset yang lain.

“Riset naon kang?”, tanya Kang Hedy.

“Bebas,” jawab kang Dicky, “Saat ini banyak produk yang timing-nya pas untuk dikembangkan, misal peningkat oktan, pakan ungas organik, atau… ” (Kang Hedy lupa produk apa yang disebutkan KD saat itu).

“Tapi lantaran waktos eta kang Dicky sibuk, janten ku kang Dicky disuruh riset sendiri. Janten kang Dicky teu masihan bahan nanaon,” lanjut Kang Hedy.

Atas dasar itulah pada waktu itu Kang Hedy dan kawan-kawan, memilih peningkat oktan, dengan beberapa pertimbangan :

  • Lebih gampang diriset, Kang Hedy melihat banyak sekali kekurangan yang belum disentuh oleh tim riset Octamax yang mungkin belum kepikiran oleh mereka.
  • Bahan-bahan baku pembuatnya gampang didapat
  • Area pemasaran masih amat sangat luas, terutama di luar komunitas internal LSBD Hikmatul Iman, komunitas otomotif dan orang awam pemilik mobil dan motor. Apalagi saat itu Kang Ridwan dan Kang Jamiat mempunyai beberapa relasi yang bergerak di perusahaan Network Marketing.

Maka kang Dicky dikabari dan kang Dicky memberi lampu hijau. Ada satu ganjalan di pikiran para pengelola Hi-Octan : bagaimana dengan OCTAMAX yang udah jalan duluan? Bagaimana kalau sampai bentrok?

“Atur-atur wae lah pasar mah. Da pasar mah luas pisan.” Ucap Kang Dicky saat itu.

Agar tidak terjadi kendala non-teknis, akhirna Kang Hedy memutuskan untuk mengontak dan menemui pengelola Octamax terlebih dahulu. Pertama, untuk minta izin, sebagai orang Sunda supados sopan. Kadua mengabari bahwa meskipun produknya sejenis, Kang Hedy cs areal pemasarannya murni luar di luar komunitas HI. Pasar HI yang sudah dimulai oleh OCTAMAX, tidak akan diganggu gugat.

Awalnya sih tidak terlihat lancar dan tidak ada masalah. Tapi saat ditindaklanjuti lebih jauh, ternyata ada penerimaan pihak Octamax yang terlihat sinis. Mereka mempertanyakan, kenapa kang Dicky malah membuat tim baru untuk produk peningkat oktan ini? Sepertinya pihak Octamax merasa hak monopoli pasar mereka terancam. Mereka bertanya langsung pada Kang Dicky saat Crew Hi-Octan & Octamax dipanggil dan dikumpulkan di tempat praktek Kang Dicky di Piring Kenteng.

“Kang, apakah nantinya Akang akan membentuk tim ketiga lagi?”, ¬†tanya pihak Octamax.

“Kalau Akang melihat kedua tim ini tidak maju, tentu saja Akang akan membuat tim ketiga,” pungkas Kang Dicky

Rupanya Kang Dicky menginginkan adanya kompetisi secara sehat agar bisa maju dan membuka pasar yang sangat luas tersebut, pasar global memang belum tergarap. Saat itu, bahkan sampai sekarang pun, sebetulnya banyak merek-merek produk Octan Booster & Fuel additive lokal dan impor yang beredar di masyarakat.

Pada akhirnya hasil dari pertemuan itu mereka menyetujui kesepakatan itu setelah Kang Hedy bertanya “Apa Octamax takut nggak bisa cari pasar diluar kalau kita juga maju? “

Mereka penuh keyakinan pihak Octamax berkata, “Pasar kita juga bukan cuma internal HI, Kang. Saat ini kita sudah memasarkan Octamax sampai ke Riau dengan pesanan 2. 000 botol, ¬†bahkan sudah tembus Batam, jadi Octamax yakin pemasaran ke luar pasti sukses”.

Kang Hedy tanya lagi, ¬†“kalau begitu gak akan takut kalau ada produk saingan diluar?”

“Iya.” jawab Octamax.

Jadilah kesepakatan itu disepakati bersama.

Kemudian kita mulai meriset produk sampai jadi dalam bentuk kemasan dan menamai HI-OCTAN. Itu diambil dr bahasa Inggris, High-Octane, yang artinya oktan tinggi. Jadi, HI-OCTAN itu bukan singkatan dari Hikmatul Iman Octan, dan saat ini pun, namanya tidak perlu latah bertransformasi menjadi Lanterha-Octan, bahkan admin kira Hi-Octan itu adalah singkatan dari Hedi Octaviano… ¬†ūüôā

Pemasaran Hi-Octan diluar di luar dilakukan tanpa mengatas namakan Hikmatul Iman.  Berbagai event promosi dilakukan di luar komunitas HI. Marketer HI-OCTAN selalu membrandingnya sebagai produk hasil riset para alumni ITB.  Ya nggak salah, Kang Hedy cs memang alumni ITB kok. Sebagai payung hukumnya, Kang Hedy membuat perusahaan sendiri yang bernama CV Energi Selaras Alam.

Perusahaan di buat juga diluar kang Dicky sama sekali. Riset pun dijalankan secara mandiri, meski awalnya pihak Hi-Octan selalu konfirmasi ke KD. Lama kelamaan, setelah melalui riset cukup mendalam dan disertai hasil-hasil Uji Lab Mandiri, pihak Hi-Octan semakin jarang konfirmasi langsung ke KD. Produk-produk baru hasil riset mandiri berkembang dan memunculkan beberapa produk turunan dari Hi-Octan :

  • Hi-Octan Level 3
  • Hi Cester
  • Hi-Octan Racing,
  • Hi-Octan Avatara (produk ini tidak jadi dilaunching karena dinilai kurang ekonomis)
  • Neo Hi-Octan,
  • Hi-Cester Bio Mix
  • Hi-Octan tablet (produk ini dipesan ekslusif salah satu perusahaan MLM lokal terbesar di Indonesia).
  • Bio Hi-Octan (HI-Octan Generasi ke-5)
  • Bio Hi-Cester (HI-Cester versi 3.10)

Produk-produk tersebut di atas adalah murni hasil riset mandiri.¬†Itu berjalan selama 4 tahun, dan riset untuk terus menyempurnakan produk itu tidak pernah berhenti, sampai sekarang pun masih terus berlanjut. Apakah Kang Dicky menutup mata pada perkembangan ini? Tidak! Unit produksi Hi-Octan sendiri pernah disidak langsung oleh Kang Dicky dan Teh Risty ke pabriknya langsung ūüôā

Itulah perkembangan Hi-Octan. Bagaimana dengan Octamax-96?Kita lihat positifnya saja ya, pada dasarnya mereka juga berusaha. Itu terlihat kok pada akhir tahun ke-2 saat Tim Hi-Octan mengembangkan riset dan membuat produk baru yang bernama Hi-Octan Generasi ke-3.

Pihak Octamax pun meniru cara kerja Hi-Octan dan memberikan riset mereka ke KD,  saat KD bilang hasil riset ini belum ada peningkatan, masih di level 2. Keliatan banget mereka bété sekali.

Kejadian itu terulang pas Hi-Octan mengeluarkan produk HI CESTER (additive untuk mengoptimalkan mesin diesel berbahan bakar solar). ¬†OCTAMAX kembali komplain dan mempertanyakan ke KD, kenapa HI OCTAN dikasih tapi OCTAMAX nggak? KD bilang dengan santai, “Akang mah nggak pernah kasih formula solar ke HI OCTAN, mereka itu riset sendiri”.

Amat sangat disayangkan jika seolah ada prasangka negatif dari mereka pada pihak HI-OCTAN. Mereka juga seolah menyangka bahwa KD pilih kasih ke HI OCTAN. Padahal faktanya tidak seperti itu.

Menurut pengamatan admin, kegagalan mereka terjadi karena 2 faktor :  masalah strategi pemasaran dan kurang baiknya Quality Control.

Masalah pemasaran, banyak agen dan reseller yang ternyata kecewa pada pihak Octamax, itu terjadi pertama kali di acara Open Dialog Hikmatul Iman. Saat itu produsen Octamax memberi harga diskon khusus yang dinilai keterlaluan. Harga jualnya sama dengan harga reseller!  Lha terus resellernya mau dikasih untung berapa? Itu khan sama aja dengan membuka keran reseller, setelah reseller ada dan membantu penjualan, terus resellernya nggak boleh jualan. Masalah kedua, produsen Octamax mencantumkan nomor HP layanan konsumen. Tujuannya bagus, tapi dalam pelaksanaannya seakan disalahgunakan. Setiap orang yang menghubungi nomor tersebut diprospek jadi konsumen, setelah tertarik, bukannya direferensikan pada reseller terdekat, malah di-bypass. Wajar nggak kalau resellernya jadi pada bete?

Itulah awal kisah anak HI mengajukan permohonan jadi reseller Hi-Octan.  Jadi ngga usah heran kalo saat itu produk Hi-Octan mulai banyak dipesan anggota komunitas internal HI yang seharusnya semuanya dilayani pihak Octamax.

Masalah Quality Control, ada satu desas-desus sempat terjadi kegagalan produk yang gosipnya mengakibatkan lebih dari 20 mobil bermasalah. Dan ketika pemilik mobil mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban,  pihak Octamax malah menghilang tanpa kabar dan produksi mereka berhenti. Saat itu terjadilah kekosongan produk Octamax dalam waktu lumayan lama. Para konsumen Octamax di Jakarta yang sebagian besar diantaranya pasien-pasien Kang Dicky semakin banyak yang komplain. Tidak semua komplainnya negatif. Banyak yang sebetulnya mempertanyakan kenapa produk Octamax-96 nggak tersedia lagi di Jakarta, mereka sebetulnya sudah cocok dengan produk tersebut. Itulah saat dimana KD mengambil keputusan dengan nada suara agak keras agar semua pemasaran produk peningkat oktan diisi oleh HI OCTAN,  di HI maupun diluar.

Waktu itu Tim Hi-Octan sempat merasa dilema¬†karena itu diluar kesepakatan awal. Tapi KD mengulang dengan tegas sampai 3 kali dan bilang : “Pami barudak Ranting UIN komplain, wartoskeun we ieu¬†mah saur Akang!”.

Sejak saat itu, baik HI-OCTAN maupun OCTAMAX berkompetisi secara bebas baik di dalam maupun di luar lingkungan komunitas HI., produk Hi-Octan mulai dijual di acara-acara resmi Hikmatul Iman, pada acara Latgab, Open Dialog, Ramadhan Fair, dll.

divider

Jadi, apa saja perbedaan HI-OCTAN dan OCTAMAX?

Kalau Admin amati, memang cukup banyak perbedaan antara Hi-Octan dan Octamax.

Pertama, Hi-Octan melakukan banyak riset dan uji coba. Mereka dengarkan saran-saran dan masukan dari konsumennya. Mereka uji coba ke Lemigas, Petrolab, dan melakukan Uji Dyno Test. apakah Octamax-96 melakukan itu? Belum!

Kedua, harga Hi-Octan lebih dari Octamax! Hah? Apa iya? Dalam setiap event bersama, pihak Octamax selalu mengklaim harga mereka lebih murah. Iya, saat itu harga Hi-Octan Level 3 35rb/botol, Octamax cua 20rb/botol. Kok bisa dibilang lebih murah? Admin sudah mencoba sendiri produk Hi-Octan maupun Octamax-96. Ternyata dosis cara pemakaiannya berbeda. Teliti saja dari cara pakainya. 1botol Hi Octan 80 ml hingga generasi ke-4, bisa digunakan untuk 80 hingga 160 liter bensin, sedangkan 1 botol OCTAMAX-96 80 ml hanya cukup untuk 22,5 hingga 30  liter bensin. Jelas khan?

Ketiga, ketepatan dosis. Hi-Octan bahkan menyusun “tabel dosis” secara akurat dari berbagai kendaraan berdasarkan rasio kompresi. Apakah Octamax melakukan itu? Tidak! Octamax memukul rata dosisnya dengan aturan : 1 tutup botol untuk 2 liter. 1 botol penuh untuk isi full tank mobil. Tidak dijelaskan berapa kenaikan nilai oktan yang dihasilkan, hanya dituliskan maksimal hingga setara Pertamax Plus.

Keempat, keseriusan riset dan pengembangan. Saat ini Hi-Octan sudah sampai Level 5 (Generasi 5), sedangkan OCTAMAX-96 mentok di Level 2, meskipun mereka mengklaim sudah mengeluarkan Level 3. Gak ada bedanya Level 2 dan Level 3 nya OCTAMAX-96 mah, itu cuma beda warna pelarut doank ūüôā

Kelima, pihak HI-OCTAN lebih serius dalam kegiatan dan strategi marketingnya. Mereka kelola website-websitenya dengan serius. Mereka ikuti berbagai event, pameran, sampai kegiatan otomotif. Apakah pihak Octamax melakukan itu? Admin cari-cari di Google nggak nemu tuch!

Hi-Octan melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa perusahaan Network Marketing. Itu sebabnya lahir banyak merek turunan Hi-Octan : Ges Power Booster, Fors Booster, Eco Racing. Apakah Octamax melakukan ini? Belum tuch!

Apa Pelajaran yang bisa kita ambil bersama?

Pertama, kalau Akang-Teteh punya ide untuk membuat produk, jalankan saja. Nggak usah sungkan dengan para senior.  Nggak usah takut dituduh mencuri ide, nggak usah takut dibilang nggak koordinasi, nggak usah takut dibilang nggak mau satu pintu komando. Bisnis itu bukan masalah senioritas, tapi masalah niat,  kapasitas, kreativitas, dan kemauan kerja keras dan kerja cerdas.

Kedua, kalau akang-teteh mau mengembangkan produk dari ide Kang Dicky, risetnya jangan terlalu tergantung KD atuh. Berusahalah semandiri mungkin. Optimalkan ilmu akademik akang-teteh, gabungkan dengan berbagai riset dari internet.

By the way, akang-teteh tahu produk Levisav pasta gigi non flouride berbahan dasar daun sirih yang dikeluarkan Yayasan Ummara khan? Pada awalnya, Yayasan Ummara tidak meminta KD untuk menyuapi mereka. Produk tersebut lahir dari riset mereka secara mandiri. Saat risetnya sudah matang, barulah mereka baru diskusi dan meminta padangan pada KD.

Ketiga, banyak produk komunitas yang belum diolah dengan serius. Jangan sungkan-sungkan untuk merisetnya.

Keempat, mari kita sama-sama belajar dari sejarah. Sebagai contoh, pakan ikan misalnya. Kalau mau mengelola pakan ikan, telusuri sejarahnya. Kenapa dulu Kang Yudi X-Wasdal itu gagal di bisnis pakan ikan? Salah produknya? Salah pasarnya? Atau terlalu tergantung dari info mentah dari KD tanpa mau mengolahnya lebih jauh? Lakukan riset dengan matang dengan bantuan Google dan konsultasi pada teman-teman kita yang menguasai ilmunya. Masa sih di internal komunitas kita nggak ada ahli dan praktisi peternakan dan pertanian?

Kelima, jangan cuma berpikir market internal komunitas yang terbatas, buka pasar seluas mungkin. Pasar di luar jauh lebih banyak dibandingkan dengan hanya ulukutek di internal saja. Mengelola produk dengan serius adalah sarana untuk terus membangun dan memperbesar kekuatan komunitas.